SUMEDANG, W+62.com- Berlangsung di Gedung Olahraga Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang saksi yang berada di dua kecamatan yakni Pamulihan dan Tanjungsari berkumpul pada Minggu, (22/12/2024).
Sejumlah petinggi partai PPP, PAN dan Gerindra setingkat kecamatan di dua wilayah itu hadir bersama para saksi TPS yang mengawal pada saat Pilkada Serentak 2024 berlangsung.
Dalam acara yang seyogianya pasangan Dony Ahmad Munir dan Fajar Aldila hadir bersama, namun karena ada sesuatu dan lain hal, Dony Ahmad Munir pamit setelah menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para saksi TPS.
Selanjutnya, Fajar Aldila yang dijumpai usai acara menuturkan, dirinya mengaku sangat bersyukur telah dibantu memenangkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang pada Pilkada 2024 lalu.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa menyampaikan ucapan terima kasih kepada para saksi TPS dan Relawan di dua kecamatan yakni, Kecamatan Tanjungsari dan Pamulihan,” katanya.
Fajar mengatakan, dalam pertemuan itu dapat menyampaikan program-program yang akan dikerjakan oleh pasangan Dony-Fajar usai pelantikan nanti.
“Kami telah mempersiapkan sejumlah agenda penting 100 hari kerja pasangan Dony-Fajar untuk pembangunan di kabupaten Sumedang,”ungkapnya.
Ia mengaku, apa yang akan dikerjakannya itu telah sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, diantaranya program ketahanan pangan.
“Saya sangat bersyukur, masyarakat di Sumedang ini mayoritas petani dan peternak yang bisa kita sinergikan dengan program dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Upaya Sinergikan Program Pusat dan Daerah
Fajar menambahkan, seperti diketahui Partai Amanat Nasional (PAN) memiliki 9 menteri dalam kabinet Prabowo yang bisa menjadi harapan untuk mensinergikan program daerah dengan pusat.
“Tadi saya sampaikan juga kepada para saksi untuk turut membantu mengawasi program-program yang nantinya akan dilaksanakan di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Pasangan Dony-Fajar telah berkomitmen bahwa dalam menjalankan amanat masyarakat Sumedang ini lebih mengutamakan pelayanan dan tidak mengecewakan masyarakat.
“Yang utamanya kita ingin membangun jalan di seluruh Sumedang ini mulus agar bisa memperlancar dan menggerakkan roda perekonomian,” jelasnya.
Namun demikian ia mengaku, kendala yang dihadapi adalah APBD Kabupaten Sumedang tahun 2025 yang telah disetujui DPRD, yang artinya pihaknya hanya tinggal menjalankan sesuai anggaran tersebut.
“Ini yang menjadi PR bagi kami bagaimana kita bisa meminta agar pekerjaan pembangunan jalan, insentif-insentif bagi kader di masyarakat serta bantuan UMKM bisa disinergikan,” tandasnya.***
