NUSANTARA, W+62.com- Di balik kemegahan sejarah kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, terdapat sebuah kerajaan purba yang sering terlupakan namun memiliki peran signifikan dalam pembentukan peradaban di Pulau Jawa. Kerajaan ini adalah Galuh Purba, yang diperkirakan berdiri pada abad ke-1 Masehi di lereng Gunung Slamet.
Catatan sejarawan Belanda, W.J. van der Meulen, dalam bukunya “Indonesia di Ambang Sejarah” (1988), kerajaan ini dianggap sebagai induk dari banyak kerajaan di Tanah Jawa.
Peninggalan sejarah dan legenda yang mengaitkan wilayah Gunung Slamet dengan tokoh-tokoh Pajajaran menunjukkan adanya hubungan erat antara wilayah ini dengan kerajaan-kerajaan besar di Jawa.
Mereka datang ke wilayah Bumi Panginyongan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk “pulang kampung” ke tanah leluhur mereka.
Analisis Van der Meulen mungkin benar bahwa Kerajaan Galuh Purba di Lereng Gunung Slamet adalah induk dari kerajaan-kerajaan besar yang ada di Tanah Jawa.
Dengan demikian, Kerajaan Galuh Purba bukan hanya sebuah kerajaan tua yang terlupakan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk sejarah dan peradaban di Nusantara.
Warisannya masih terasa hingga kini, terutama melalui bahasa, legenda, dan toponimi yang menunjukkan akar sejarah yang mendalam di tanah Jawa.
Gunung Slamet dan sekitarnya bukan sekadar lanskap alam, tetapi juga simbol dari peradaban purba yang menjadi pondasi bagi kemunculan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara.***
