SUMEDANG, W+62.com- Dari sekian banyak aplikasi penghasil uang yang memanfaatkan sambungan internet dan smartphone, salah satunya ialah aplikasi Dream Book City (DBC), aplikasi ini yang memberikan kesempatan untuk bisa kerja secara online dengan hasil hingga jutaan rupiah per hari.
Pekerjaan yang ditawarkan di aplikasi ini juga sangat mudah, bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa batasan usia, karena pekerjaannya hanya membaca novel atau cerita dalam durasi yang ditentukan.
Hanya dengan mengandalkan perangkat ponsel yang terhubung ke Internet, dan menjalankan tugas yang diberikan, maka setiap tugas yang dikerjakan akan langsung dibayar oleh aplikasi.
Sebagian orang menganggap aplikasi DBC ialah aplikasi novel yang biasa memberikan keuntungan melalui membaca novel-novel populer karya novelis dunia, namun ternyata dalam aplikasi ini disuguhkan pula artikel.
Perbedaan lain dengan aplikasi novel adalah tidak adanya rekomendasi atau pilihan novel yang akan dibaca, sehingga pembaca hanya bisa membaca cerita yang sudah tersedia saja, bahkan kadang dari satu tugas ke tugas lain cerita yang disuguhkan sudah berbeda.
Lalu bagaimana cara mendapatkan gaji hingga jutaan rupiah dari aplikasi ini? Apakah hanya cukup dengan membaca saja? Jawabannya ternyata tidak.
Meski tugas utamanya membaca, namun untuk anggota yang berharap mendapatkan penghasilan lebih, harus melakukan deposit untuk menaikkan level keanggotaan.
Modal Pinjam Duit Dari Kerabat
Saat dijumpai di rumahnya, Kepala Desa Pamulihan, Ujang Sulaeman berkesempatan menjelaskan rinci perihal aplikasi DBC yang diklaim bisa menghasilkan jutaan rupiah perhari yang baru dua bulan lebih diikutinya.
“Alhamdulillah saya dan keluarga merasakan sendiri penghasilan jutaan perhari dan pendapatan bulanan juga dari aplikasi DBC ini,” katanya kepada W+62.com Sabtu (1/2/2025).
Ujang Sulaeman menyebutkan, sebelum bergabung menjadi karyawan (sebutan anggota di DBC), dirinya sempat ragu akan ajakan dari seorang temannya. Pasalnya, dirinya yang dikenal sebagai pemain MLM (multi level marketing) masih belum memahami cara kerja aplikasi DBC ini.
“Jujur, awalnya saya ragu dengan aplikasi ini, sebab mana mungkin dengan membaca tanpa jual produk dan mencari anggota bisa menghasilkan jutaan rupiah perhari bahkan gaji perbulan juga dapat,” tutur Ujang.
Akhirnya ia mencoba peruntungan dengan meminjam uang pada kerabatnya untuk modal awal keanggotaan (karyawan) DBC pada level 3, dengan nominal sekira Rp 3 jutaan.
Sambil mempelajari lebih detail tentang aplikasi DBC itu, akhirnya dengan pengalaman yang mumpuni dalam bidang MLM, Ujang berhasil mengembalikan uang yang dipinjamnya itu hanya dalam kurun waktu 5 hari saja.
“Awalnya saya minjam uang itu untuk 2 mingguan, saat menerima pertama kali mendapatkan hasil dari DBC, di hari ke 5 saya bisa mengembalikan uang pinjaman itu,” ungkapnya.
Jadi, sambung Ujang, tugas kita sebagai karyawan DBC itu adalah membaca novel dengan durasi sekira 20 detik saja. Rata-rata tugas yang dilakukan dari mulai 5 – 20 novel setiap hari.
“Penghasilan tambahan diperoleh dari membaca bisa dicairkan setelah 3 hari, sedangkan penghasilan bulanan dicairkan setiap tanggal 15,” katanya.
Terbukti Dibayar DBC
Setelah merasa ada penambahan penghasilan, Ujang pun langsung mendaftarkan istri dan putri sulungnya menjadi karyawan DBC. Selain itu, Ia juga menyertakan Mertuanya serta saudara dekatnya bergabung menjadi karyawan DBC.
“Setelah mendapatkan hasilnya, saya juga mengajak warga dan perangkat desa, kader-kader posyandu untuk turut bergabung,” katanya.
Ia beralasan, dengan begitu, anggota akan mendapatkan keuntungan lebih banyak dari tugas yang diberikan, karena nilainya lebih tinggi menyesuaikan dengan nilai deposit yang dipilihnya.
“Selain itu juga bisa menggunakan cara lain, yakni dengan mengajak orang lain untuk bergabung dalam aplikasi ini, dari situ anggota akan mendapatkan komisi tambahan,” tutur Ujang.
Ujang mengatakan, jika nanti jejaknya itu sudah banyak diikuti oleh sebagian warga di desanya. “Nanti lah akan ada testimoni dari salah satu warga kami yang sudah merasakan manfaat menjadi karyawan DBC,” terangnya.
Sementara dilihat dari websitenya, tepatnya pada menu laba, ada semacam skema keuntungan yang nilainya sangat tidak masuk akal. Namun, kembali Ujang mengingatkan jangan mudah tergiur, cukup mencoba dari yang terkecil saja atau magang.
Kades Pamulihan itu menyebut, dalam program ini bukan tanpa risiko, tapi selama optimis akan mampu mencapai hasil yang diinginkan yakin bisa.
Setiap bisnis itu mengandung risiko, yakni untung dan rugi. Kewaspadaan dan kekhawatiran juga tetap harus ada, sebab dalam dunia bisnis seperti ini juga terdapat kerawanan.
“Jika ternyata menguntungkan dan aplikasi DBC itu terbukti membayar, kenapa tidak meng-upgrade ke level yang lebih tinggi. Toh nanti hanyam enambah kekurangan deposit saja,” pungkasnya .***
