Berita Terkini

Debat Publik Pamungkas Pilkada 2024 Keempat Paslon Adu Gagasan: Obral Janji Perbaikan Untuk Jawa Barat

BOGOR, W+62.com– Seru! Debat Publik Pamungkas Pilkada 2024 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024 yang berlangsung di Gedung PMLI, Ciawi, Bogor Jawa Barat, Sabtu 23 November 2024.

Pendukung keempat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tampak memenuhi area tempat berlangsungnya acara Debat Publik terakhir yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Jawa Barat.

Tampak petugas beberapa kali terlibat cekcok dengan sebagian pendukung yang tak memiliki id card, yang memaksa masuk ke area debat.

Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni, menjelaskan bahwa pihaknya telah membatasi jumlah pendukung masing-masing paslon yang diperbolehkan masuk ke ruang debat. Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama acara berlangsung.

“Kami hanya menyediakan per paslon 100 orang. Kami belajar dari debat sebelumnya. Pada dua kali debat sebelumnya, kami ingin paslon dan timnya mampu memberikan contoh saling menghargai meskipun berbeda pilihan dan dukungan, tanpa mengganggu,” ujar Ummi di Gedung PMLI, Ciawi Bogor.

Fokus Tema Debat Publik

Sementara itu, saat debat publik berlangsung keempat pasangan calon (Paslon) ungkap beberapa permasalahan yang dihadapi di Jabar, berdasarkan hasil perjalanan selama sosialisasi dan kampanye mereka.

Dengan tema  ”Bumi Subur, Masyarakat Akur, Jawa Barat Makmur”, keempat Paslon mengeksplorasi setiap jawaban dan pertanyaan yang diajukan.

Seperti diketahui bersama, keempat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, yakni; Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina (nomor urut 1), Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja (nomor urut 2), Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie (nomor urut 3), dan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan (nomor urut 4).

Obral Janji keempat Paslon dalam debat publik itu muncul kepermukaan, dari mulai pengembangan desa, peningkatan penghasilan dan kesejahteraan keluarga, eksplorasi energi alternatif dan masing-masing Paslon menawarkan solusi atas kekurangan pemerataan pembangunan di Jawa Barat.

Seperti yang diharapkan Ketua KPU Jabar, debat terakhir ini dapat menjadi momentum sejarah bagi masyarakat Jabar untuk mendengarkan calon pemimpinnya.

Sebab, calon gubernur akan memaparkan visi, misi, serta program kerja untuk lima tahun ke depan demi pembangunan kesejahteraan masyarakat Jabar.

“Debat ketiga atau terakhir ini kami sangat berharap masyarakat Jabar dapat mendengarkan visi, misi, serta program kerja calon pemimpin untuk lima tahun ke depan,” jelas Ummi.***