SUMEDANG, W+62.com– Wakil Bupati (Wabup) Sumedang, M. Fajar Aldila usai memberikan materi kuliah umum di Universitas Winaya Mukti (Unwim) Tanjungsari Sumedang, langsung melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Taman Koleksi dan Pusat Edukasi pada Rabu (25/6/2025).
Wabup Sumedang itu langsung menuju lokasi peletakan batu pertama di dekat Kantor Rektorat Unwim. Sebelumnya ia pun melihat-lihat gambar desain dan rencana yang terpampang.
Tak terlihat kaku, Wabup Fajar tampak langsung menggunakan sarung tangan dan mengambil batu yang tersedia untuk langsung dipasang.
Setelah melakukan peletakan batu pertama, saat menjawab pertanyaan wartawan, seputar masalah pertanian di Sumedang. Ia menyampaikan, kegiatan di Unwim saat ini adalah bagian dari upaya Pemkab Sumedang untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terkait ketahanan pangan nasional.
Permasalahan penurunan hasil pertanian itu, dipicu oleh beberapa hal termasuk alih fungsi lahan pertanian. “Oleh karena itu, kita sedang berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada,” katanya.
Wabup Fajar menegaskan, kegiatan kali ini juga terkait ketahanan pangan. Dimana, ia berharap ada kolaborasi dengan pihak Unwim untuk meningkatkan hasil pertanian di Sumedang.
“Tadi saya sudah melihat langsung dan merasakan berbagai Nasi-nya langsung, dan saya akan coba,”ungkap Wabup Fajar.
Wabup Fajar menyampaikan, ia berharap Sumedang mempunyai beras yang berkualitas seperti halnya Cianjur yang terkenal.
“Saya juga meminta kepada Unwim agar dibuatkan konsep agar petani di Sumedang ini bisa sinkron juga dengan Merah (KMP). Bahwa KMP itu bisa mensuport para petani secara penuh,”ujarnya.
Pertanian Dengan Smart Technology
Begitu pula dengan berkurangnya lahan pertanian di Kabupaten Sumedang. Wabup Fajar menyampaikan, pihaknya sudah mempelajari Peraturan Kementerian Pertanian yang terbaru, terkait alih fungsi lahan.
“Dalam Peraturan Kementerian Pertanian yang baru itu tegas, bahwa alih fungsi lahan itu harus dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai lahan pertanian,” terangnya.
Jadi, sambung Wabup Sumedang, kita akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait dengan pelaksanaan program ketahanan pangan nasional ini dan juga cara meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Sumedang.
“Seperti halnya dalam program Starbak, dimana lahan satu hektare itu mampu dikelola petani sekitar desa itu dengan baik dan berhasil,” sebutnya.
Wakil Bupati Sumedang menyebut, jika pihak Pemkab Sumedang sudah kerjasama dengan pihak perguruan tinggi dalam rangka kolaborasi peningkatan di bidang pertanian.
“Upaya konkret dengan perguruan tinggi sudah dilakukan, baru saja kita menandatangani kerjasama dengan Unwim. Sebelumnya, kita juga melakukan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB),” katanya.
Fajar Aldila mengatakan, upaya dengan pihak perguruan tinggi ini diperlukan dalam rangka memberikan penyuluhan kepada para petani di Sumedang. Adapun evaluasi dari kegiatan kerjasama dengan IPB masih seputar penyuluhan pertanian.
“Jadi kerjasama dengan IPB itu masih dalam kegiatan KKN atau mahasiswanya yang memberikan penyuluhan dan edukasi kepada para petani di Sumedang,” ucapnya.
Wabup Sumedang itu menegaskan bahwa keinginan dari Pemkab Sumedang adalah bagaimana pihaknya bisa menggunakan smart technology dalam penerapan pertaniannya.
“Intinya satu, kita ingin penerapan smart technology dalam pertanian di Kabupaten Sumedang ini,”pungkas Fajar.***
