SUMEDANG, Wplus62.com – Tragedi pohon tumbang yang merenggut nyawa di Jatinangor, Senin (1/6/2026), memicu kemarahan warga. Kini, masyarakat membanjiri media sosial dan grup WhatsApp dengan desakan agar Pemkab Sumedang segera memangkas pohon-pohon lapuk di wilayah Sumedang Barat.
Salah satu laporan datang dari Desa Gunungmanik, Tanjungsari. Melalui grup WhatsApp “Seputar Tanjungsari”, Rabu (3/6/2026), warga bernama Sy Ibnu melaporkan kondisi pohon mahoni miring yang mengancam pengguna jalan di jalur Simpang-Parakanmuncang.
”Warga khawatir pohon mahoni ini membahayakan pengendara. Mohon pihak terkait segera menebangnya,” tulis Ibnu sambil melampirkan foto dan video kondisi pohon.
Keluhan Lambannya Respons DLHK
Keresahan serupa muncul dari Desa Jatisari. Warga setempat, Abah Nasep, mengaku telah melaporkan pohon rawan tumbang di Jalan Tanjungsari-Genteng ke DLHK Sumedang, namun belum ada tindakan nyata hingga kini.
”Saya sudah melapor ke DLHK Sumedang, tapi belum ada tindakan apa pun,” ungkap Abah Nasep.
Redaksi Wplus62.com juga menerima banyak laporan serupa melalui telepon dan pesan singkat, yang menandakan meluasnya kecemasan warga terkait ancaman pohon tumbang.

Respons DLHK: Prioritaskan Keselamatan
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumedang, Maman Wasman, berkomitmen merespons cepat keluhan warga. Maman mengakui adanya kendala teknis berupa keterbatasan personel dan minimnya alat berat.
”Kami berterima kasih atas laporan warga yang proaktif. Kami segera melakukan asesmen terhadap setiap laporan sesuai proporsinya,” ujar Maman, Rabu (3/6/2026).
Maman menegaskan prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto, yakni keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Pihaknya berjanji mendahulukan tindakan penebangan atau pemangkasan di lapangan sebelum menyelesaikan prosedur administrasi.
”Jika pohon sangat membahayakan, kami bersama BPBD dan Dishub segera menindaklanjutinya. Kami akan lakukan tindakan utama lebih dulu, urusan administrasi menyusul,” tegas Maman.
DLHK Sumedang mengimbau warga agar terus mengirimkan laporan disertai bukti foto atau video agar tim teknis dapat bekerja secara akurat dan cepat di lapangan.***













