SUMEDANG, W+62.COM– Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ICMI Orda Sumedang sekaligus Focus Group Discussion (FGD), bertempat di Aula Kampus SMK Pembangunan Indonesia, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, didampingi Asisten Daerah (Asda) Pemkesra Setda Sumedang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua ICMI Orwil Jawa Barat, unsur Forkopimda, Kemenag Sumedang, serta para akademisi dan tokoh masyarakat.
Adapun para narasumber yang dihadirkan dalam FGD ini antara lain Prof. Dr. Sutarman, Prof. Dr. Agus Pakpahan, Dr. Ir. Surahman, Dr. Ir. Hj. Erni Sumarni, dan Prof. Dr. H. Arifin.
ICMI Berperan Menjawab Tantangan Zaman
Ketua ICMI Orda Sumedang, Kamas Komara, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Plt. Bupati Sumedang dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, ICMI sebagai wadah berhimpunnya para cendekiawan muslim memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
“Melalui sinergi antara nilai keislaman, kebangsaan, dan keilmuan, ICMI berkomitmen untuk membangun peradaban yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkemajuan,” ujar Kamas.
Ia berharap Musda dan FGD ini dapat menjadi wadah aktualisasi serta penguatan peran ICMI di daerah, sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan Sumedang.
Bahas Ketahanan Pangan dan Ekonomi Mandiri
Dalam kesempatan tersebut, FGD mengangkat tema “Kedaulatan Ekonomi Mandiri yang Berkelanjutan untuk Menyiapkan Ketersediaan Pangan di Sumedang”.
Kamas menjelaskan, salah satu isu penting yang dibahas adalah terkait ketersediaan pangan lokal, terutama untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG (Makan Bareng Gratis) yang tengah dikembangkan di Sumedang.
“Saat ini Sumedang baru mampu memenuhi sekitar 30% kebutuhan pangan seperti telur, ayam, dan sayur-mayur. Sisanya masih harus dipasok dari luar daerah,” terangnya.
Melalui FGD ini, ICMI mendorong agar para petani dan pelaku UMKM lokal dapat memperkuat sektor pertanian, khususnya di bidang peternakan ayam petelur serta sayuran dataran tinggi.
“Kami ingin ICMI menjadi jembatan antara petani dan pemerintah agar sektor pertanian Sumedang semakin tumbuh. Pemerintah harus hadir untuk memastikan jaminan ketersediaan pangan,” imbuhnya.
Dorongan Teknologi Pertanian dan Inovasi Lokal
Sementara itu nanti, Prof. Dr. Surahman akan memaparkan menyoroti pentingnya penerapan teknologi dalam pertanian, khususnya untuk pengembangan ubi Cilembu,, salah satu komoditas unggulan Sumedang.
Menurutnya, dengan rekayasa teknologi sederhana seperti sistem irigasi pupuk cair menggunakan selang dan toren, hasil produksi ubi Cilembu dapat meningkat signifikan.
“Saat ini, sekitar 70% kebutuhan ubi Cilembu justru masih dipasok dari luar Sumedang. Padahal dengan inovasi dan pengelolaan yang baik, potensi lokal kita sangat besar,” ujarnya.
Melalui Musda dan FGD ini, ICMI Orda Sumedang menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Pemerintah Daerah Sumedang dapat lebih fokus mendukung petani lokal, memperkuat kelompok tani, serta menjamin ketersediaan pangan di daerah sendiri,” tutup Kamas.
