Berita Terkini

Tragedi Proyek Mini Soccer Jatinangor: Tembok 7 Meter Ambruk, 4 Pekerja Tewas, Ternyata Tak Berizin!

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sampaikan belasungkawa kepada korban longsor Cisempur Jatinangor dan menyebutkan proyek itu tidak berizin.

SUMEDANG, W+62.COM– Sebuah tragedi memilukan terjadi di Dusun Wates, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Proyek pembangunan lapangan mini soccer yang seharusnya menjadi fasilitas olahraga justru memakan korban jiwa setelah Tembok Penahan Tebing (TPT) setinggi 7 meter ambruk pada Jumat (2/1/2026) siang.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.36 WIB ini mengakibatkan empat pekerja konstruksi meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.

Kronologi Kejadian: Tertimbun Saat Bangun Fondasi

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menjelaskan bahwa peristiwa ini murni merupakan kecelakaan kerja yang terjadi saat para pekerja sedang memasang fondasi dasar atau struktur “ceker ayam”.

“Longsor terjadi saat pekerja tengah membuat ceker ayam untuk TPT. Tembok tersebut memiliki tinggi 7 meter dan lebar 10 meter,” ujar Dony saat meninjau lokasi.

Dari total delapan pekerja yang berada di titik kejadian:

4 Orang Meninggal Dunia: Tertimbun material longsor.

2 Orang Luka-luka: Sudah dilarikan ke rumah sakit.

2 Orang Selamat: Berhasil melompat dan menyelamatkan diri saat TPT mulai goyah.

Fakta Mengejutkan: Pembangunan Ilegal & Tanpa Izin

Di balik tragedi ini, terungkap fakta mengejutkan. Bupati Dony memastikan bahwa proyek mini soccer tersebut tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah.

“Sudah saya cek ke perizinan, pembangunan mini soccer ini tidak ada izinnya. Atas kejadian ini, lokasi pembangunan akan kami tutup total sesuai prosedur,” tegas Dony.

Proses Evakuasi Basarnas

Kepala Seksi Operasi Basarnas Bandung, Mochamad Adip, menyatakan bahwa operasi SAR berlangsung hingga malam hari. Korban terakhir berhasil dievakuasi dari reruntuhan pada pukul 19.00 WIB.

“Total korban tertimbun ada enam orang. Dua selamat, empat meninggal dunia. Seluruh korban sudah berhasil kami evakuasi dan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi,” jelas Adip.

Meskipun medan cukup berisiko, tim gabungan berhasil menyelesaikan evakuasi dengan memprioritaskan keselamatan personel agar tidak terjadi longsor susulan.***