SUMEDANG, Wplus62.com – Si jago merah kembali mengamuk di wilayah Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Kali ini, api menghanguskan pabrik tahu milik CV Sari Asih Mandiri di Dusun Cikeuyeup, Desa Ciptasari, pada Sabtu (16/5/2026). Peristiwa ini memicu kepanikan warga lantaran api mengancam pemukiman di sekitarnya.
Kronologi Kejadian: Api Berasal dari Tungku
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan kebakaran masuk ke Pos Damkar Tanjungsari pada pukul 09.15 WIB. Pemilik pabrik, Deni Mulyawan (49), menyaksikan api cepat membesar dan melahap bangunan seluas 800 meter persegi tersebut.
Diduga kuat, sumber api berasal dari tungku penggorengan tahu yang sedang beroperasi. Mengingat material bangunan dan banyaknya bahan mudah terbakar di lokasi, api merembet dengan sangat cepat.
Aksi Cepat Tim Gabungan
Merespons laporan darurat tersebut, Regu Piket 2 Pos Damkar Tanjungsari langsung meluncur ke lokasi dalam waktu lima menit. Tak hanya itu, tim bantuan dari Mako Pusat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang turut memperkuat proses pemadaman.
“Kami segera melakukan pemadaman dan pendinginan intensif untuk memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar pabrik,” ujar Abdurohim Kepala Regu 2 Pos Damkar Tanjungsari dalam laporan resminya.
Proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar lima jam. Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, PMI Sumedang, relawan IEA, petugas PLN, hingga tenaga medis Puskesmas Haurngombong bahu-membahu menjinakkan api. Petugas akhirnya menyatakan area aman pada pukul 14.30 WIB.
Dampak Kerugian dan Korban
Meskipun kobaran api menghanguskan hampir seluruh bangunan pabrik, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp800 juta.
Ironisnya, lokasi ini tercatat pernah mengalami musibah serupa di masa lalu. Hal ini menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha untuk lebih memperketat standar keamanan dan keselamatan kerja, terutama pada area tungku produksi yang berisiko tinggi.***
