EDITORIAL – Redaksi Wplus62.com sedang mencoba mengucek mata berkali-kali melihat infografis capaian investasi Kabupaten Sumedang 2025. Bukan apa-apa, kami hanya bingung bagaimana caranya total investasi Rp5,63 triliun bisa menampung angka PMDN yang mencapai Rp6,01 triliun. Apakah ini sebuah inovasi matematika terbaru atau sekadar fenomena “angka yang memuai” saat dipajang ke publik?
Angka Cantik, Dompet Rakyat Masih Lirik-Lirik
Pemkab Sumedang dengan bangga memamerkan angka Rp5,63 triliun yang katanya berhasil menyerap 5.876 tenaga kerja. Mari kita hitung secara aktif: pemerintah daerah menghabiskan hampir Rp1 miliar hanya untuk mencarikan kerja bagi satu orang warga. Wah, mewah sekali! Dengan modal segitu, harusnya tiap karyawan baru sudah dapat paket komplit beserta saham perusahaannya.
Kenyataannya, sektor konstruksi masih menjadi “panglima” dengan setoran Rp3,11 triliun di jalur PMDN. Masalahnya, konstruksi itu seperti mantan yang datang saat butuh saja—begitu bangunan selesai, mereka pergi meninggalkan debu tanpa kabar. Rakyat butuh pabrik yang asapnya mengepul tiap pagi, bukan sekadar proyek yang kalau beres langsung sunyi senyap.
Helmy Yahya Datang, Sumedang Terguncang
Munculnya data realisasi investasi Kawasan Rebana dari sang maestro Helmy Yahya semakin memperjelas posisi kita. Sementara Kabupaten Subang berlari kesetanan dengan raihan Rp18,2 triliun, Sumedang tampak asyik “ngopi” di urutan kedua dengan Rp5,63 triliun. Jaraknya hampir empat kali lipat, Lur!
Subang seolah-olah sedang menunjukkan cara main yang benar: libas investasi besar, gerakkan ekonomi regional, dan biarkan tetangga hanya bisa melongo. Jika Sumedang tidak segera bangun dari tidur siangnya, jangan kaget kalau posisi kedua ini bakal kena smash oleh Kabupaten Cirebon (Rp4,01 T) atau Majalengka (Rp3,36 T) yang mesinnya sudah mulai panas.
Saatnya Berhenti Jualan “Brosur”
Wplus62.com mengingatkan dengan tegas: jangan biarkan rakyat hanya kenyang menonton infografis warna-warni di media sosial. Investasi triliunan itu harus turun ke piring-piring nasi warga, bukan cuma nangkring di laporan administrasi yang angkanya saja masih berantem satu sama lain.
Pemkab Sumedang harus berhenti bersikap defensif. Aktifkan lobi-lobi internasional untuk menarik PMA yang saat ini cuma (Rp621 miliar). Jangan sampai Kawasan Rebana sudah konser besar-besaran, tapi Sumedang cuma kebagian tugas jaga parkir di luar gedung.
Hurip Sumedang! Salam Tahu, tapi omat, ulah jadi Tahu Bulat nu digoreng dadakan, haneut-haneut tapi kopong di tengahna!***
