SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi membuka Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang bagi 60 pemuda terpilih. Pemerintah Kabupaten Sumedang mengambil langkah strategis ini untuk mencetak tenaga kerja muda yang kompeten, disiplin, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, memimpin langsung kegiatan yang berlangsung di Aula Tampomas PPS pada Rabu (10/06/2026) tersebut.
Mencetak SDM Berkualitas
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat, menyebut program ini sebagai peluang emas bagi generasi muda untuk meniti karier di luar negeri.
”Kami menyelenggarakan pelatihan intensif ini untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta kompetensi berbahasa peserta sebelum mereka berangkat ke Jepang,” tegas Taufik dalam laporannya.
Ia juga menjelaskan bahwa timnya telah menyusun kurikulum pelatihan secara komprehensif. Melalui program ini, para instruktur membekali peserta dengan kemampuan komunikasi bahasa Jepang standar industri dan menanamkan pemahaman etos kerja yang tinggi. Selain itu, pihak penyelenggara juga melatih mental dan fisik peserta agar mereka memiliki kesiapan prima sebelum terjun ke dunia kerja internasional.
Seleksi Ketat, Antusiasme Tinggi
Proses untuk mencapai titik ini tergolong sangat kompetitif. Taufik merinci, sejak pendaftaran dibuka pada Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 201 peserta mendaftar.
Setelah para peserta menyelesaikan rangkaian seleksi ketat di Kodim 0610 Sumedang pada 12–13 Mei—yang mencakup tes kesamaptaan, fisik, akademik, hingga wawancara—panitia hanya meloloskan 60 orang terbaik. Kini, ke-60 peserta terpilih tersebut mengikuti pelatihan intensif selama empat bulan, terhitung mulai Juni hingga Oktober 2026. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mitra Disnakertrans menyelenggarakan pelatihan ini untuk mematangkan kesiapan mereka.
Pesan Bupati: Fokus dan Disiplin
Bupati Dony Ahmad Munir menekankan bahwa kesempatan ini merupakan momentum bersejarah bagi masa depan para peserta. Ia mengingatkan agar mereka tidak menyia-nyiakan peluang yang tidak didapatkan oleh banyak orang tersebut.
“Ini adalah catatan penting dalam perjalanan hidup kalian. Maka, bersyukurlah dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati Dony saat memberikan arahan.
Bupati meminta seluruh peserta untuk menaruh perhatian penuh selama masa pelatihan. Ia berharap, melalui disiplin dan kerja keras, para pemuda Sumedang ini dapat menjadi tenaga kerja profesional yang mampu membawa nama baik daerah di kancah global.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, LPK, dan para pemangku kepentingan lainnya, Pemkab Sumedang optimis program ini dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas SDM unggul di wilayahnya.***













