SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Kali ini, puluhan kepala sekolah dan tenaga pendidik asal Malaysia menyambangi Kabupaten Sumedang untuk mempelajari secara langsung penerapan metode Lesson Study for Sustainable School Improvement.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menyambut langsung rombongan delegasi tersebut di Pendopo PPS Kabupaten Sumedang pada Selasa (28/7/2026). Kunjungan lintas negara ini merupakan bagian dari agenda Leadership Workshop for Principal and Headmaster yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan kedua belah pihak.

Mengapa Malaysia Memilih Sumedang?
Perwakilan delegasi Malaysia, Dr. Esmali Bin Bari, mengungkapkan alasan utama di balik kunjungan kerja ini. Pihaknya saat ini tengah memacu peningkatan kualitas pendidikan di Sabah, Malaysia, terutama setelah hasil asesmen internasional menuntut penguatan kompetensi guru secara signifikan.
Oleh karena itu, mereka menilai metode lesson study yang berkembang pesat di Sumedang sebagai strategi paling efektif untuk mengembangkan profesionalisme pendidik.
“Kami melihat Pemerintah Kabupaten Sumedang berperan sangat aktif mendukung sekolah. Di tempat kami, urusan pendidikan lebih dominan menjadi tanggung jawab dinas semata. Pengalaman keterlibatan pemda ini sangat berharga dan ingin kami terapkan di Malaysia,” tegas Dr. Esmali.
Selama satu setengah hari mengamati praktik di lapangan, para pendidik Malaysia mendalami berbagai aspek penting. Mereka mempelajari proses perencanaan pembelajaran, penggunaan bukti (evidence) dalam evaluasi, hingga budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang telah mengakar di sekolah-sekolah Sumedang.
Guru Adalah Fondasi Utama Bangsa
Menanggapi apresiasi tersebut, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa investasi terbaik suatu daerah terletak pada pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola pemerintahan yang responsif.
Fajar menyoroti pentingnya peran guru di tengah gempuran era digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, teknologi harus menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi figur guru tetap tidak tergantikan dalam menuntun karakter siswa.
“Tanpa guru, tidak akan lahir pemimpin, pejabat, menteri, maupun presiden. Karena itu, meningkatkan kompetensi guru adalah investasi yang sangat krusial,” ujar Fajar dengan lugas.
Selanjutnya, ia menyatakan bahwa Kabupaten Sumedang siap membuka pintu kolaborasi internasional yang lebih luas pada masa mendatang, baik melalui pertukaran pengalaman maupun program peningkatan kapasitas pendidik.

Turun Langsung ke Sekolah di Jatinangor
Tidak hanya berdiskusi di Pendopo, para kepala sekolah dari Negeri Jiran ini juga mendatangi langsung salah satu sekolah di Kecamatan Jatinangor. Langkah ini bertujuan agar delegasi Malaysia dapat mengamati secara riil bagaimana para guru menerapkan interaksi lesson study di dalam kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, menyebut momen ini sebagai bukti nyata bahwa inovasi pendidikan di Sumedang mampu memberikan dampak positif hingga tingkat regional ASEAN.
“Mereka sangat terkesan dengan proses pembelajaran yang berlangsung. Kami berharap kolaborasi ini berlanjut sehingga kedua pihak bisa saling melengkapi demi mutu pendidikan yang lebih baik,” tutur Eka menutup perbincangan.***













