BANDUNG, W+62.COM – LSM PEMUDA dan berbagai Organisasi Mahasiswa akan mengerahkan ratusan massa untuk turun ke jalan pada Selasa, 20 Januari 2026 mendatang. Rencana aksi ini menargetkan dua lokasi krusial: Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat serta Kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate.
Dugaan mega korupsi pada proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) bertajuk “Jabar Caang” memicu aksi unjuk rasa besar-besaran ini. Mereka meyakini para pejabat sengaja menyulap proyek ‘Jabar Caang’ menjadi ajang bancakan demi memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.
Keindahan Budaya yang Diduga Menjadi Kedok
Koordinator LSM PEMUDA, Andri Hidayat, mengungkapkan bahwa program “Jabar Caang” yang mengusung ornamen budaya Sunda seperti Kujang dan Mega Mendung hanya menjadi sampul luar. Di balik estetika tersebut, pihaknya mencium aroma busuk praktik lancung yang sistematis.
“Proyek ini menuai berbagai isu miring. Kami menemukan indikasi kuat adanya pengaturan pemenang proyek, penggelembungan harga (markup), hingga pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi kontrak. Bahkan, kami juga mengendus adanya aliran gratifikasi,” tegas Andri.
Dua Tuntutan Utama Massa Aksi
Massa aksi membawa misi jelas untuk membersihkan birokrasi Jawa Barat. Ada dua poin krusial yang mereka suarakan:
- Pencopotan Jabatan: Mendesak Gubernur Jawa Barat segera mencopot Kepala Dinas Perhubungan Jabar dan melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh.
- Audit Investigatif: Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera mengaudit proyek APJ Jabar Caang yang mereka duga bermasalah secara administrasi maupun teknis.
Jadwal dan Rute Aksi
Ketua Umum LSM PEMUDA, Koswara Hanafi, menjadwalkan aksi mulai pagi hari agar para pemangku kebijakan mendengar langsung seluruh aspirasi massa.
- Pukul 10.00 WIB: Massa akan menduduki area depan Kantor Dinas Perhubungan Jawa Barat.
- Pukul 15.00 WIB: Massa akan bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate untuk memperluas tekanan.
Koswara menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam jika pemerintah mengabaikan tuntutan ini.
“Kami akan mengerahkan gelombang massa yang jauh lebih besar jika Gubernur tidak segera memenuhi tuntutan kami atau menunjukkan langkah nyata,” pungkasnya.***
