SUMEDANG, Wplus62.com — Kepulan asap pekat mendadak membumbung tinggi dan menguasai langit kawasan Tanjungsari, mengalahkan sengatan terik matahari siang itu. Suasana tenang warga Dusun Pananjung, Desa Cinanjung, mendadak pecah ketika kobaran api mengepung area bekas kawasan PT. Multimarindo di Gunung Batu, Senin (27/7/2026).
Sekitar pukul 11.30 WIB, jago merah mengamuk dan melahap vegetasi kering di lereng gunung tersebut. Angin kencang mempercepat pergerakan api hingga menghanguskan sekitar tiga hektare lahan dan meninggalkan hamparan abu hitam.
Gerak Cepat Petugas dan Sinergi Lintas Unsur
Menerima laporan darurat warga, Kepala Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Wilayah Tanjungsari, Daniel Irianto Bhakti, langsung memimpin jajarannya bergerak cepat menuju titik lokasi kejadian di koordinat -6.92121, 107.7994767.
“Kami langsung menerjunkan armada dan personel ke lokasi begitu menerima informasi kebakaran lahan untuk segera melokalisasi pergerakan api,” ujar Daniel Irianto Bhakti dalam laporan resminya kepada Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Sumedang.
Petugas Damkarmat Tanjungsari tidak bekerja sendiri. Mereka bahu-membahu bersama personel BPBD Kabupaten Sumedang, jajaran Polsek Tanjungsari, staf Kecamatan Tanjungsari, serta perangkat Desa Cinanjung untuk melakukan pemadaman secara masif.
Selanjutnya, tim gabungan menerapkan strategi penyekatan agar kobaran api tidak meluas mendekati pemukiman warga. Berkat kerja keras seluruh unsur di lapangan, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sepenuhnya.
Situasi Aman Terkendali, Korban Jiwa Nihil
Daniel Irianto Bhakti memastikan, berdasarkan rekapitulasi dan monitoring akhir di lapangan, tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun warga yang mengungsi akibat insiden ini. Dampak kerusakan murni melanda area lahan terbuka seluas tiga hektare.
Hingga Senin sore, kondisi di lokasi Gunung Batu dipastikan sudah aman dan terkendali. Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan, pihak Damkarmat mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca kering.***













