Berita Terkini

Sebuah Renungan: Peringatan untuk Para Lulusan Sekolah !

“SMA, SMK bahkan Sarjana lebih banyak yang nganggur daripada lulusan SD, masuk kampus cuma menunda pengangguran selama 4 tahun, jadi sarjana tidak membuat kemungkinan para lulusannya, diterima kerja lebih tinggi, itu FAKTANYA, ITU DATANYA..” (Najwa Sihab)

Hendra Nugraha (Ciho)

Pernyataan tajam di atas membuka mata kita tentang realitas dunia pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ironinya, semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan dan kesempatan kerja yang mereka miliki.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banyak lulusan universitas yang akhirnya harus bersaing bukan hanya dengan sesama sarjana, tetapi juga dengan lulusan SMA dan bahkan SD yang mungkin lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja riil.

Fenomena ini menunjukkan adanya mismatch antara sistem pendidikan dan kebutuhan dunia industri. Kampus sering kali menyiapkan mahasiswa untuk menjadi “pencari kerja”, bukan “pencipta kerja”.

Padahal, dunia berubah cepat, teknologi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif, membuka banyak peluang baru yang tidak selalu membutuhkan ijazah tinggi, tetapi menuntut keterampilan praktis, kreativitas, dan kemampuan adaptasi.

Baca Juga  KPU Sumedang Gelar FGD Bahas Teknologi Informasi Berkaitan Dengan Pemungutan, Perhitungan dan Rekapitulasi

Ketika seseorang memilih kuliah hanya untuk mengejar gelar tanpa disertai kesadaran membangun keahlian, maka empat tahun di kampus bisa menjadi masa penundaan pengangguran yang mahal. Gelar tidak lagi menjadi jaminan kesuksesan, karena perusahaan kini lebih mencari attitude, skill, dan problem solving ability dibanding sekadar ijazah.

Artinya, bukan pendidikan tinggi yang salah, tetapi sistem dan orientasinya yang perlu direvisi. Dunia pendidikan seharusnya tidak hanya mencetak lulusan akademis, melainkan menumbuhkan mindset wirausaha, kemandirian, dan kemampuan untuk menciptakan peluang kerja, bukan sekadar menunggu lowongan.

Kita hidup di era di mana kemampuan belajar ulang (Relearning), belajar cepat (Fast Learning), dan kemampuan menyesuaikan diri jauh lebih berharga daripada sekadar nilai IPK. Maka, pertanyaan yang lebih penting hari ini bukan lagi “kamu kuliah di mana?”, tetapi “kamu bisa apa?” dan “apa yang sudah kamu hasilkan?”. ***

Baca Juga  Wabup Sumedang Kunjungi Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Tanjungsari, Pastikan Harga Bapokting Stabil

Penulis : Hendra Nugraha (Ciho), Lahir di Sumedang. Saat ini dikenal sebagai Pengusaha dan penggiat dan motivator UMKM  tinggal di Sumedang, Owner CIHO Printshop dan beberapa usaha Kuliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima