Berita Terkini

Menjelang Ramadan 2026, Warga Gelar Tradisi Munggahan: Simak Makna dan Kegiatannya

Aparatur kantor Kecamatan Tanjungsari menggelar "Gembrong Liwet" tradisi Munggahan jelang Ramadan 2026
Tradisi Munggahan "Gembrong Liwet" di kantor Kecamatan Tanjungsari Sumedang pada Jumat (13/2/2026)

SUMEDANG, Wplus62.com — Masyarakat Sumedang, Jawa Barat mulai memadati pasar tradisional dan tempat wisata menjelang masuknya bulan suci Ramadan tahun ini. Mereka antusias menggelar Munggahan, sebuah tradisi turun-temurun warga untuk menyambut bulan puasa dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Apa Itu Tradisi Munggahan?

Secara etimologi, kata “Munggahan” berasal dari bahasa Sunda unggah yang berarti naik. Tradisi ini melambangkan naiknya derajat spiritual seseorang saat memasuki bulan suci. Warga menggelar tradisi ini satu atau dua hari menjelang fajar pertama Ramadan.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Aparatur sipil di kantor pemerintahan Kecamatan Tanjungsari menggelar tradisi botram Munggahan menjelang libur bersama “Gembrong Liwet”, Jumat (13/2/2026). Agenda ini sengaja memperkuat nilai tradisi sekaligus mempererat silaturahmi sebelum memasuki bulan Ramadan 2026.

Ragam Kegiatan Munggahan di Jawa Barat

Pantauan di lapangan menunjukkan berbagai aktivitas khas yang dilakukan warga:

  • Botram (Makan Bersama): Keluarga besar dan tetangga berkumpul untuk makan bersama di atas daun pisang. Menu wajib seperti nasi liwet, sambal dadak, dan ikan asin menjadi primadona yang mempererat silaturahmi.
  • Ziarah Kubur: Warga berbondong-bondong mendatangi tempat pemakaman umum (TPU) untuk mendoakan leluhur dan sanak saudara yang telah tiada.
  • Kuramasan (Beberesih): Secara simbolis, banyak warga melakukan mandi keramas sebagai simbol pembersihan diri secara lahir dan batin sebelum mulai beribadah sebulan penuh.
  • Sedekah Makanan: Sejumlah warga juga membagikan masakan matang kepada tetangga sekitar sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.
Baca Juga  Promosikan Kanal YouTube, Kadisbudparpora Sumedang Meriahkan Nyusur Lembur Pamulihan

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Momen Munggahan ini juga mendongkrak ekonomi lokal. Pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional Jawa Barat melaporkan kenaikan permintaan yang signifikan. Selain itu, objek wisata air dan taman terbuka hijau juga penuh sesak oleh warga yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum fokus beribadah di masjid.

Munggahan bukan sekadar makan-makan. Ini adalah cara kami ‘mencuci’ hati dan mempererat hubungan dengan sesama manusia sebelum fokus beribadah kepada Tuhan,” ujar Dadang (45), salah satu warga asli Sumedang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima