SUMEDANG, Wplus.com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jatisari secara resmi membentuk dan melantik Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 pada Jumat (12/6/2026). Langkah awal yang berlangsung di Balai Desa Jatisari ini menandai komitmen penuh desa dalam menyambut pesta demokrasi yang bersih dan akuntabel.
Namun, ada misi besar yang melandasi gerak cepat kepanitiaan tahun ini. Pemerintah Kecamatan Tanjungsari secara khusus membidik peningkatan keterlibatan warga sekaligus mematahkan stigma lama mengenai rendahnya kepedulian politik di tingkat desa.
Menggugurkan Mitos Rendahnya Partisipasi Masyarakat
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Tanjungsari, Beni Subarkah, menghadiri langsung kegiatan monitoring tersebut untuk mewakili Camat Tanjungsari. Dalam kesempatan itu, ia melontarkan arahan tajam kepada seluruh panitia yang hadir. Ia secara terbuka menantang panitia terpilih untuk menggugurkan mitos bahwa partisipasi masyarakat dalam Pilkades di Desa Jatisari masih rendah.
Menurut Beni, kesuksesan pemilu tidak hanya diukur dari lancarnya administrasi, melainkan dari seberapa tinggi antusiasme warga yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Oleh karena itu, peran aktif panitia dalam menyosialisasikan setiap tahapan menjadi kunci utama demi mendongkrak kehadiran pemilih.
“Kami berharap dalam Pilkades serentak 2026, khususnya di Desa Jatisari ini, dapat berjalan dengan baik, sukses tanpa ekses. Bagi panitia, kami harapkan dapat menjaga amanat dengan bersikap netral yang berpedoman pada regulasi yang telah ditetapkan,” tegas Beni Subarkah di hadapan forum.

Netralitas Panitia Jadi Kunci Utama
Selaras dengan amanat tersebut, Beni Subarkah mengingatkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat sangat bergantung pada kepercayaan publik terhadap penyelenggara. Jika panitia menunjukkan integritas dan berdiri di atas semua golongan, warga akan merasa aman dan bersemangat untuk menggunakan hak pilihnya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua BPD Jatisari, Enjang Toni selaku penanggung jawab kegiatan langsung memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan. Selanjutnya, BPD menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada struktur panitia inti yang kini resmi mengemban tugas negara:
- Ketua: Dadan Darnawan
- Wakil Ketua: Riyanto
- Sekretaris: Haris Wahyu Kurnia
- Bendahara: Dewi AS Rosaeni
Untuk membagi beban kerja secara profesional, organisasi ini juga membagi tim ke dalam lima seksi teknis. Mulai dari Seksi Penelitian Daftar Pemilih yang dipimpin Endang Supriatna, hingga Seksi Pemungutan Suara di bawah komando Anwar Nasuhi.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Jatisari, Yayat Khoirulansyor mengajak seluruh lapisan masyarakat Desa Jatisari untuk menjaga nilai-nilai pelaksanaan Pilkades serentak yang langsung, umum, bebas dan rahasia. Ia juga mengingatkan dalam perhelatan kali ini ada yang berbeda dari Pilkades sebelumnya.
“Dari jumlah TPS yang ada, satu diantaranya akan menggunakan sistem digital. Proses dan pelaksanaannya lebih lanjut akan dijelaskan nanti oleh panitia,”katanya.
Sinergi Lintas Sektor Kawal Tahapan Pilkades
Kehadiran berbagai elemen penting dalam acara monitoring ini merefleksikan keseriusan semua pihak dalam menyukseskan Pilkades Serentak Sumedang 2026. Tampak hadir mendampingi jajaran kecamatan di antaranya Sekretaris Kecamatan, Kasi Pemdes, serta Kasubag Program dan Keuangan.
Tidak hanya itu, soliditas internal desa pun terlihat sangat kuat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas kompak menjaga ruang acara, bersama perwakilan kelembagaan seperti LPM, BUMDes, TP PKK, MUI, Karang Taruna, hingga seluruh Ketua RT dan RW se-Desa Jatisari.
Pada akhirnya, setelah menuntaskan seluruh rangkaian seremonial yang ketat, para hadirin menyatukan hati dalam pembacaan doa bersama. Ritual religius ini sekaligus resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan pelantikan sore itu. Berkat komitmen kuat untuk mematahkan mitos golput dan menjaga netralitas, seluruh tahapan awal ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.***













