SUMEDANG, W+62.COM– Rombongan Kunjungan Kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman melaksanakan Dialog Kesejahteraan Sosial dan Kunjungan ke Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumedang, Senin (13/10/2025).
Rombongan Menteri diterima langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, M.Fajar Aldila di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
Menteri Sosial Gus Ipul menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat yang terus menunjukkan perkembangan positif sejak dimulai pada bulan Agustus lalu.
“Alhamdulillah, sejak pertama kali dimulai pembelajaran bulan Juli di 63 titik, kemudian Agustus 37 titik, dan September 65 titik, semuanya sudah bisa melangsungkan proses belajar mengajar,” ujar Gus Ipul kepada sejumlah wartawan.
Menurutnya, di awal pelaksanaan sempat muncul berbagai dinamika, terutama di kalangan peserta didik dari keluarga kurang mampu dan jenjang SD. Namun, dengan kesabaran dan empati para tenaga pendidik, situasi tersebut dapat diatasi secara bertahap.
“Saya percaya kepada para guru, wali asrama, wali asuh, dan seluruh tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat bisa mengatasi berbagai dinamika itu sambil kita terus menyempurnakan sarana prasarana dan dukungan lainnya,” jelasnya.
Memohon Kepada Presiden
Gus Ipul menegaskan, pihaknya terus melakukan konsolidasi, termasuk pengadaan seragam, laptop, serta kebutuhan pendukung lainnya. Ia berharap seluruh proses dapat rampung dengan baik menjelang peluncuran resmi Sekolah Rakyat oleh Presiden RI.
“Mudah-mudahan kalau semuanya sudah benar-benar siap, pada bulan November nanti kita mohon waktu kepada Bapak Presiden untuk meluncurkan secara resmi penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun 2025,” tutur Gus Ipul.
Ia menambahkan, khusus di Kabupaten Sumedang, pelaksanaan Sekolah Rakyat relatif berjalan lancar karena sudah belajar dari pelaksanaan sebelumnya di daerah lain.
“Kalau di Sumedang Alhamdulillah dari awal sudah berjalan baik. Memang tantangannya luar biasa, terutama di awal pembelajaran — ada siswa yang rindu rumah, belum terbiasa dengan jadwal ketat, dan ini memerlukan waktu adaptasi, baik bagi siswa maupun guru yang semuanya serba baru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah memiliki pedoman yang jelas, mulai dari kurikulum, jadwal kegiatan di kelas maupun asrama, hingga pengaturan makanan bergizi dan kegiatan ibadah.
“Kita sudah punya panduan lengkap agar proses pendidikan di Sekolah Rakyat ini benar-benar berjalan dengan baik, sehat, dan berkarakter,” pungkasnya.***
