MINA, W+62.com–Suasana subuh di Tenda Mina menjadi penuh makna ketika KH. Asep Fuad Adnan menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) usai pelaksanaan sholat Subuh pada Sabtu (7/6/2025).
Kultum ini disampaikan kepada jamaah haji dari Kloter 17, khususnya rombongan 4 hingga 8, yang memenuhi tenda dengan penuh kekhusyukan.
Dalam tausiyah singkatnya, KH. Asep memberikan analogi yang menggugah hati tentang keberadaan para jamaah di Tenda Mina. Ia mengibaratkan kondisi jamaah yang berkumpul dalam tenda yang penuh sesak seperti berada di dalam rahim seorang ibu.
“Di dalam rahim, seorang bayi tumbuh, makan, buang air, dan hidup di ruang yang sangat sempit. Tapi justru dari ruang sempit itulah lahir kehidupan. Maka seperti itulah kita saat ini,” ungkap KH.Asep Fuad dengan suara lembutnya.
Kita di tenda ini makan di sini, sambung KH. Asep Fuad, tidur di sini, BAB juga di sini, dan bahkan berhimpitan. Tapi di sinilah proses kita untuk lahir kembali secara spiritual.
Beliau menekankan bahwa kondisi fisik yang tidak nyaman bukan menjadi penghalang bagi kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Justru ujian kenyamanan ini menjadi bagian dari perjalanan haji untuk menata kembali hati dan jiwa.
Para jamaah terlihat menyimak dengan khusyuk, beberapa di antaranya meneteskan air mata tersentuh oleh makna dalam yang disampaikan. Kultum ini menjadi penguat semangat dan kesabaran di tengah padatnya suasana ibadah di Mina.
Dengan analogi sederhana namun dalam, KH. Asep mengajak para jamaah untuk merenungi kembali tujuan utama berhaji: menjadi pribadi yang lahir kembali, lebih bersih, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.***
