MEKKAH, Wplus62.com – Isak tangis haru pecah di bawah naungan kemegahan Masjidil Haram. Hasanah, jamaah haji asal Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam Kloter 29 KJT, tak mampu membendung air matanya saat jemarinya menyentuh dinginnya dinding Ka’bah, Selasa (19/05/2026).
Setelah menanti selama 11 tahun, Hasanah akhirnya merasakan momen spiritual paling sakral dalam hidupnya: bersujud di pelataran Baitullah dan berdoa langsung di tempat-tempat mustajab.
Perjalanan Menuju Jantung Umat Islam
Pagi itu, tepat pukul 07.00 waktu Arab Saudi, rombongan jamaah yang tergabung dalam KBIHU Al-Multazam Tanjungsari dan jamaah mandiri bersiap berangkat. Di bawah bimbingan KH. Asep Fuad dan KH. Shohibin, mereka menaiki bus sholawat nomor 21 menuju Terminal Ajyad.
Langkah kaki mereka kemudian menyusuri jalanan Mekkah hingga memasuki Gerbang King Abdul Aziz. Begitu menapakkan kaki di pelataran Masjidil Haram, aroma khas Tanah Suci dan pemandangan Ka’bah yang megah langsung menyambut mereka.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa melaksanakan salat Dhuha bersama di Masjidil Haram. Kami berjalan kaki dengan penuh semangat menuju pelataran,” kenang Hasanah dengan wajah berbinar.
Momen Emas Menyentuh Baitullah
Suasana menjadi sangat khusyuk saat rombongan melaksanakan salat Dhuha berjamaah di hadapan Ka’bah. Tak hanya bersujud, para pembimbing juga mengarahkan jamaah untuk memanjatkan doa-doa terbaik mereka di tempat yang diyakini sebagai titik paling mustajab di muka bumi.
Momen paling emosional terjadi ketika:
- Jamaah mendapatkan kesempatan mendekati dinding Ka’bah.
- Mereka menyentuh langsung kain Kiswah dan batu-batu mulia pengapit rumah Allah tersebut.
- Air mata jamaah tumpah saat melangitkan hajat yang selama belasan tahun mereka pendam.
“Kami menyentuh dinding Ka’bah dengan penuh haru. Setelah 11 tahun menanti, akhirnya Allah memberikan kesempatan yang sangat indah ini. Kami memohon agar segala hajat dikabulkan di hadapan Ka’bah yang mulia,” ungkap Hasanah sambil menyeka sisa air mata di pipinya.
Kesehatan Jamaah di Tengah Cuaca Ekstrem
Meskipun diliputi rasa bahagia, tantangan fisik tetap membayangi para tamu Allah. Cuaca di Mekkah saat ini tergolong cukup panas, yang memicu gangguan kesehatan ringan bagi beberapa jamaah.
Hasanah melaporkan bahwa banyak rekan satu kloternya yang mulai terserang flu, demam, hingga batuk. Oleh karena itu, ia menitipkan pesan dan permohonan doa bagi warga Sumedang di tanah air.
“Mohon doanya agar kami semua diberikan kesehatan dan kemudahan. Cuaca di sini cukup ekstrem, namun semangat kami untuk beribadah tetap kuat,” tuturnya.
Agenda Ibadah Selanjutnya
Pembimbing KBIHU Al-Multazam, KH. Asep Fuad Adnan, mengonfirmasi bahwa rangkaian ibadah jamaah akan terus berlanjut. Setelah momen salat Dhuha yang berkesan ini, jamaah dijadwalkan kembali ke Masjidil Haram usai salat Magrib untuk melaksanakan ibadah umrah sunah.
“Alhamdulillah, semua prosesi berjalan lancar. Semoga doa seluruh jamaah diijabah oleh Allah SWT dan mereka kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” pungkas KH. Asep Fuad.
