Berita Terkini

Bukan Demo, Buruh Sumedang Pilih Aksi Sosial dan Pelatihan Kerja di May Day 2026

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri langsung acara puncak peringatan Hari Buruh (May Day)
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri langsung acara puncak peringatan Hari Buruh (May Day)

SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama serikat pekerja sepakat mengubah wajah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 menjadi momentum berbagi. Alih-alih menggelar aksi massa besar-besaran, mereka justru mengedepankan aksi sosial dan penguatan program kesejahteraan bagi para pekerja.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri langsung acara puncak peringatan tersebut di Aula Tampomas PPS Kabupaten Sumedang, Selasa (19/05/2026). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kedewasaan para buruh yang menjaga suasana tetap kondusif sekaligus produktif.

Aksi Nyata di Tengah Kesederhanaan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa konsep acara tahun ini lahir dari aspirasi serikat pekerja sendiri. Oleh karena itu, rangkaian kegiatan lebih banyak menyasar aspek kemanusiaan ketimbang seremonial belaka.

“Rekan-rekan serikat pekerja memiliki kepedulian tinggi. Mereka ingin May Day fokus pada kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, pembagian sembako untuk pekerja purna tugas, hingga pemberian santunan BPJS Ketenagakerjaan bagi keluarga almarhum pekerja,” ujar Taufik.

Selain itu, Taufik menegaskan bahwa tagline peringatan tahun ini adalah “Satu Peringkat, Satu Tujuan untuk Mencapai Kebersamaan”. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran BUMD, BUMN, dan perusahaan swasta yang telah menyukseskan kolaborasi ini.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat

Dialog Jadi Kunci Penyelesaian Masalah

Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa ketertiban buruh Sumedang dalam memperjuangkan hak-haknya patut menjadi teladan. Maka dari itu, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ketenagakerjaan guna merespons aspirasi pekerja secara lebih taktis.

“Jika buruh kuat, negara pun kuat. Sumedang hanya bisa maju apabila hak pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerjanya terjamin,” tegas Dony.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa dialog dan musyawarah tetap menjadi instrumen utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan industri di wilayahnya.

Luncurkan Program Pelatihan Internasional

Tidak hanya soal advokasi hak, Pemkab Sumedang juga menawarkan solusi peningkatan ekonomi keluarga buruh melalui berbagai program unggulan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pelatihan Kerja Gratis: Meliputi kursus menjahit hingga operator forklift di Balai Latihan Kerja (BLK).
  • Peluang Kerja Luar Negeri: Fasilitas keberangkatan dan pelatihan gratis untuk penempatan di Jepang dan Korea Selatan.
  • Akses Permodalan: Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) Sumedang dengan bunga sangat rendah, yakni hanya 3% per tahun.

Sebagai penutup, Bupati Dony berharap berbagai fasilitas ini dapat membantu keluarga buruh meningkatkan taraf hidup mereka. Peringatan May Day 2026 di Sumedang pun berakhir dengan suasana hangat, ditutup dengan pembagian doorprize dan ramah tamah yang mempererat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.***