Berita Terkini

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi: Saatnya Jawa Barat Berbenah Total!

Penyerahan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake kepada Keraton Sumedang Larang oleh Dedi Mulyadi.
Penyerahan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake kepada Keraton Sumedang Larang oleh Dedi Mulyadi.

SUMEDANG, Wplus62.com – Prosesi penyerahan kembali Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Keraton Sumedang Larang berlangsung khidmat pada Senin (18/5/2026). Ritual ini menandai puncak perjalanan Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda yang sebelumnya mengelilingi berbagai wilayah di Jawa Barat.

Bukan sekadar seremonial, momentum ini menjadi simbol kuat bagi kebangkitan budaya sekaligus pengingat pentingnya persatuan jati diri masyarakat Sunda.

Revolusi Tata Kelola Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan instruksi tajam. Ia menegaskan bahwa momentum budaya ini harus memicu seluruh daerah di Jawa Barat untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Pria yang akrab disapa KDM ini menyoroti perlunya perbaikan signifikan mulai dari aspek kebersihan hingga estetika kota.

“Catatannya, seluruh daerah ke depan harus jauh lebih baik. Kebersihan lingkungan harus meningkat, penataan kawasan diperkuat, dan tata arsitektur harus segera dibangun,” tegas KDM saat diwawancarai di halaman Gedung Negara Kabupaten Sumedang.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya branding daerah dan penguatan tata kelola event agar identitas lokal semakin menonjol di mata publik.

Menyulap Kawasan Bersejarah Jadi Magnet Wisata

Dedi Mulyadi melihat potensi besar pada kawasan di sekitar Keraton Sumedang Larang. Menurutnya, jika pemerintah menata kawasan tersebut secara serius dengan mempertahankan nilai historisnya, Jawa Barat akan memiliki daya tarik luar biasa.

  • Revitalisasi Bangunan: Seluruh bangunan di sekitar keraton harus bertransformasi menjadi bangunan bersejarah.
  • Magnet Wisatawan: Penataan yang otentik akan mengundang gelombang wisatawan secara alami.
  • Nilai Ekonomi: Kawasan dengan nilai umum yang kuat akan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers di depan Gedung Negara Sumedang, Senin (18/5/2026).

Pemerintahan yang Sehat, Bukan Sekadar Jualan Wisata

Meskipun berbicara tentang potensi kunjungan, Dedi mengingatkan para kepala daerah agar tidak terjebak dalam orientasi pariwisata semata. Ia meminta pemerintah daerah memprioritaskan fondasi dasar yang lebih krusial.

“Jangan fokus hanya pada wisata atau sekadar berpikir bagaimana orang berkunjung. Urus dulu pemerintahan dengan baik, rapikan, dan selesaikan masalah satu per satu,” ujarnya lugas.

Menurut Dedi, apabila tata kelola pemerintahan dan kebersihan lingkungan sudah tertata rapi, maka iklim investasi dan pariwisata akan tercipta dengan sendirinya.

Makna Kirab Mahkota Binokasih

Kirab Mahkota Binokasih bukan sekadar perjalanan fisik benda pusaka. Acara ini berfungsi sebagai alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan pembangunan yang berakar pada identitas budaya lokal. Kembalinya mahkota ini ke pangkuan Sumedang Larang memicu harapan agar Jawa Barat segera melangkah ke era baru pembangunan yang memegang teguh warisan leluhur.***