SUMEDANG, W+62.COM– Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika mengimbau warga, khususnya komunitas ojek online di Jatinangor, agar tidak terprovokasi dan menjaga kondusivitas.
Menurutnya masyarakat agar menjaga ketenangan, mencegah hal-hal serupa seperti yang terjadi di Jakarta. “Kami ingin Sumedang tetap aman. Mari kita sama-sama jaga daerah kita agar tetap kondusif,” tutur AKBP Sandityo.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika bersama Dandim 0610 Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto di Mapolsek Jatinangor meminta masyarakat tetap menjaga situasi tetap aman dan kondusif pasca meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.
“Kami mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya saudara Affan Kurniawan. Semoga arwah almarhum ditempatkan di sisi terbaik-Nya,” kata Sandityo kepada wartawan, Jumat, (29/8/2025).
AKBP Sandityo menegaskan, penanganan hukum terhadap kasus tersebut sudah berjalan. Ia menyebut, sebanyak tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam peristiwa itu akan disidangkan.
“Percayakan penanganan perkara kepada kami. Kami pasti akan bertindak proporsional dan berkeadilan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Sumedang juga mengimbau kepada pelajar SMA/SMK untuk tidak ikut-ikutan melakukan aksi demo, ia menilai biasanya pada usia seperti itu mudah terprovokasi.
“Jangan mengikuti demo yang tidak sesuai aturan. Jangan korbankan masa depan hanya dengan ikut-ikutan. Ingat, sekali melanggar hukum, dampaknya bisa seumur hidup. Mari kita jaga masa depan dengan prestasi, bukan dengan pelanggaran,” tegas Sandityo.
Sandityo menambahkan, aparat gabungan TNI–Polri di Sumedang juga siaga mengawal kepulangan massa dari Bandung agar tidak menimbulkan kericuhan.
“Kami standby untuk mengawal kepulangan pendemo supaya kembali ke rumah masing-masing dengan aman, tanpa tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas,” pungkasnya.***
