Berita Terkini
Tak Berkategori  

Bupati Dony Minta Dapur SPPG di Sumedang, Semuanya Harus Berjalan Sesuai SOP

"Jangan Asal-asalan, ini menyangkut jiwa dan tubuh manusia"

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir Mengimbau Dapur SPPG dalam Program MBG di Kabupaten Sumedang harus ikuti sesuai SOP

SUMEDANG, W+62.COM– Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengingatkan penyajian menu makanan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di wilayah Sumedang, tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

“Karena yang diolah di sini akan berdampak ke orang. Harus dijaga betul, tidak boleh sembarangan. Tidak boleh asal-asalan. Ini menyangkut jiwa, tubuh manusia, nyawa manusia. Tolong semuanya menjalankan sesuai SOP-nya,” tegasnya.

Bupati Dony menekankan, pengolahan makanan bergizi untuk masyarakat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

“Hal ini selalu saya sampaikan saat meresmikan Dapur SPPG, di wilayah Sumedang, termasuk pada peresmian SPPG milik Yayasan Istiqomah Berdaulat Bermartabat di Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Sumedang, kemarin,” kata Bupati, Minggu (9/11/2025).

Bupati Dony juga mengingatkan agar seluruh pengelola dapur berikhtiar maksimal, diikuti doa dan tawakal.

“Kalau sudah berikhtiar dan berdoa, apapun hasilnya itu kehendak Allah. Tetapi jika kita melakukannya asal-asalan, maka kesalahan kembali kepada kita. Mudah-mudahan kehadiran SPPG ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui makanan yang bergizi, bersih, dan sehat,” ujarnya.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir

Sinergi SPPI

Lebih lanjut, Bupati Dony meminta agar Sinergi SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) dan Dapur SPPG terus diperkuat, terutama dalam komunikasi dan koordinasi kerja.

“Kuncinya ikuti aturan yang ada. Mana tugas SPPI, mana tugas dapur. Semua harus dikomunikasikan dan dimusyawarahkan agar kondisi kerja tetap nyaman dan kondusif,” katanya.

Selain itu, pengawasan mutu makanan mulai dari bahan baku hingga pendistribusian harus dilakukan secara ketat.

“Pemilihan bahan baku dicek betul. Proses memasak, pengemasan, pendistribusian hingga saat makanan dikonsumsi harus sesuai SOP. Jangan sampai terlambat,” ujarnya.

Bupati Dony juga mendorong pemanfaatan bahan baku lokal.“Saya minta potensi lokal dioptimalkan untuk pemenuhan bahan baku,” pungkasnya.**