JAKARTA, W+62.com- Sebanyak 22 keluarga korban angin puting beliung di tiga dusun di Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang mendapatkan pendampingan dari tim petugas gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, pada Selasa (8/4/2025). Ia mengatakan, puluhan keluarga korban bencana itu merupakan warga Dusun Malaka, Cibiuk, dan Cikekes di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.
“Rumah mereka mengalami kerusakan yang signifikan akibat tertimpa pohon tumbang usai diterpa angin puting beliung pada Minggu (6/4/2025) sore kemarin,” ungkap Abdul dilansir dari ANTARA.
Berdasarkan data sementara dari lokasi kejadian yang dihimpun BNPB, dari 22 unit rumah di Situraja Sumedang itu ada 14 unit rumah mengalami rusak berat dan delapan rusak ringan.
Namun demikian, Abdul memastikan bahwa keluarga terdampak sudah dalam pendampingan petugas gabungan yang melibatkan personel reaksi cepat BPBD Sumedang, TNI-Polri hingga petugas PLN dan juga pemerintah desa setempat.
Selain memastikan kondisi puluhan keluarga terdampak dalam keadaan baik, tim gabungan itu juga membantu proses perbaikan sementara rumah yang mayoritas rusak pada bagian atap, yakni dengan memasangkan terpal.
“Proses asesmen masih terus berlangsung. Untuk penanganan awal dilakukan pemasangan terpal untuk rumah warga yang rusak itu,” ujarnya.
Ditegaskan Abdul, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga atas pentingnya sikap kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana, khususnya di Provinsi Jawa Barat yang saat ini masih berstatus siaga darurat bencana hidro-meteorologi basah.
” Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No.360/Kep.580-BPBD/2024, yang berlaku setidaknya sampai dengan 31 Mei 2025 ini,” pungkas Abdul.***
