Berita Terkini

Efisiensi Anggaran Rp 268 Triliun, Kepala BGN Baru Perketat Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang saat konferensi pers efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis di Jakarta pada Kamis (4/6/2026)
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang saat konferensi pers efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis di Jakarta pada Kamis (4/6/2026)

JAKARTA, Wplus62.com – Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan baru bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan komitmen lembaganya untuk melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pagu sebesar Rp 268 triliun agar lebih optimal, tepat sasaran, dan terjamin kualitasnya.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Nanik S. Deyang menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers pertamanya di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Ia memaparkan visi tersebut tepat setelah Presiden RI Prabowo Subianto menunjuknya untuk menggantikan Dadan Hindayana sebagai pimpinan tertinggi di lembaga tersebut.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Konsolidasi Internal Fokus pada Efisiensi

Nanik menekankan bahwa langkah pertama yang diambil oleh jajaran pimpinan baru adalah melakukan telaah mendalam terhadap struktur anggaran. Konsolidasi ini bertujuan memastikan dana APBN sebesar Rp 268 triliun tidak hanya terserap, tetapi benar-benar memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Hari ini, kami unsur pimpinan telah memulai konsolidasi internal. Hal utama yang telah kami bahas dan siapkan rencana kerjanya adalah menuju efisiensi anggaran,” ujar Nanik.

Baca Juga  Sikat Barang Terlarang, Petugas Gabungan Geledah Kamar Hunian Lapas Sumedang!

Strategi Penajaman Program MBG

Untuk mencapai efisiensi tersebut, BGN telah menyiapkan sejumlah strategi taktis yang menyasar operasional di lapangan:

  • Evaluasi Penerima Manfaat: BGN menelaah kembali data sasaran penerima manfaat agar bantuan gizi tepat sasaran.
  • Moratorium Pembangunan Dapur: BGN memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pembangunan dapur baru. Fokus dialihkan pada optimalisasi dan pembenahan dapur yang sudah beroperasi agar kualitas makanan tetap terjaga.
  • Perluasan ke Wilayah 3T: BGN memprioritaskan realisasi program MBG ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dengan memaksimalkan fasilitas yang ada, seperti kantin sekolah dan dapur komunitas.
  • Integrasi Data: Membangun basis data yang lebih valid sebagai acuan utama distribusi gizi.

Strategi ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk menjaga standar kualitas melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan melakukan efisiensi dan penajaman intervensi pada kelompok prioritas—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B)—BGN memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berkontribusi langsung pada perbaikan gizi nasional.

Baca Juga  Prabowo Anugerahi Bintang Jasa ke Kepala BGN, Tegaskan MBG Hasil Efisiensi Lawan Korupsi

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal amanat Presiden RI Prabowo Subianto, yakni menghadirkan program yang akuntabel, efisien, dan berdampak nyata bagi kesehatan generasi masa depan Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima