JAKARTA, Wplus62.com – Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan baru bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan komitmen lembaganya untuk melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pagu sebesar Rp 268 triliun agar lebih optimal, tepat sasaran, dan terjamin kualitasnya.
Nanik S. Deyang menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers pertamanya di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Ia memaparkan visi tersebut tepat setelah Presiden RI Prabowo Subianto menunjuknya untuk menggantikan Dadan Hindayana sebagai pimpinan tertinggi di lembaga tersebut.
Konsolidasi Internal Fokus pada Efisiensi
Nanik menekankan bahwa langkah pertama yang diambil oleh jajaran pimpinan baru adalah melakukan telaah mendalam terhadap struktur anggaran. Konsolidasi ini bertujuan memastikan dana APBN sebesar Rp 268 triliun tidak hanya terserap, tetapi benar-benar memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
“Hari ini, kami unsur pimpinan telah memulai konsolidasi internal. Hal utama yang telah kami bahas dan siapkan rencana kerjanya adalah menuju efisiensi anggaran,” ujar Nanik.
Strategi Penajaman Program MBG
Untuk mencapai efisiensi tersebut, BGN telah menyiapkan sejumlah strategi taktis yang menyasar operasional di lapangan:
- Evaluasi Penerima Manfaat: BGN menelaah kembali data sasaran penerima manfaat agar bantuan gizi tepat sasaran.
- Moratorium Pembangunan Dapur: BGN memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pembangunan dapur baru. Fokus dialihkan pada optimalisasi dan pembenahan dapur yang sudah beroperasi agar kualitas makanan tetap terjaga.
- Perluasan ke Wilayah 3T: BGN memprioritaskan realisasi program MBG ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dengan memaksimalkan fasilitas yang ada, seperti kantin sekolah dan dapur komunitas.
- Integrasi Data: Membangun basis data yang lebih valid sebagai acuan utama distribusi gizi.
Strategi ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk menjaga standar kualitas melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan melakukan efisiensi dan penajaman intervensi pada kelompok prioritas—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B)—BGN memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berkontribusi langsung pada perbaikan gizi nasional.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal amanat Presiden RI Prabowo Subianto, yakni menghadirkan program yang akuntabel, efisien, dan berdampak nyata bagi kesehatan generasi masa depan Indonesia.***
