Berita Terkini

Prabowo Anugerahi Bintang Jasa ke Kepala BGN, Tegaskan MBG Hasil Efisiensi Lawan Korupsi

Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada pimpinan BGN dalam acara Ground Breaking Dapur SPPG Polri di Jakarta pada Jumat (13/2/2026)

JAKARTA, Wplus62.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi negara atas kontribusi nyata BGN dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional.

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian peresmian dan ground breaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta 18 gudang ketahanan pangan di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Selain dari Ketua BGN, Dadan Hindayana, Presiden juga menyematkan Bintang Jasa Pratama kepada tiga Wakil Kepala BGN:

  1. Sony Sonjaya (Bidang Operasional Pemenuhan Gizi)
  2. Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung (Bidang Pengembangan Organisasi)
  3. Naniek S. Deyang (Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi)
Presiden Prabowo Subianto menganugerahi Bintang Jasa Utama kepada pimpinan Badann Gizi Nasional (BGN) dalam suatu acara Ground Breaking Dapur SPPG Polri di Jakarta pada Jumat (13/2/2026)

MBG Bukan Pemborosan, Tapi Hasil Hemat Anggaran

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menepis tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan pemborosan uang negara. Ia menegaskan

bahwa anggaran program ini berasal dari efisiensi birokrasi yang ketat.

“Uang ini adalah hasil penghematan dari anggaran yang saya yakin, kalau tidak kita hemat, akan dimakan oleh korupsi,” tegas Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah memangkas kegiatan tidak produktif, seperti:

  • Rapat di hotel luar kota.

  • Seminar dan konferensi yang tidak mendesak.

  • Kunjungan kerja yang tidak bermanfaat.

Jangkau 60 Juta Orang, Setara Penduduk Afrika Selatan

Presiden mengungkapkan capaian luar biasa program MBG yang kini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Berdasarkan laporan BGN, saat ini telah berdiri 22.275 SPPG yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

“Capaian ini setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau sepuluh kali lipat penduduk Singapura,” ungkapnya.

Terkait kondisi fiskal, Prabowo memastikan defisit anggaran Indonesia tetap aman di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia bertekad terus menertibkan birokrasi demi menyelamatkan aset dan kekayaan negara.

Apresiasi Inisiatif Polri dalam Ketahanan Pangan

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memberikan pujian khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, Polri telah mengambil langkah progresif dengan membangun ribuan SPPG dan gudang pangan, melampaui tugas pokok menjaga keamanan.

“Keamanan yang paling utama bagi seorang bapak dan ibu adalah aman dari rasa lapar. Polri telah menunjukkan bahwa tugas mereka adalah memastikan rakyat merasa aman, bahagia, dan punya harapan,” tutupnya.***