SUMEDANG, W+62.COM– Berlangsung di Gedung Serbaguna PT.Kahatex, Cipacing Jatinangor Sumedang Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyaksikan 1080 Debitur FLPP Bank BJB dan BJB Syariah pada Jumat (22/8/2025).
Maruarar Sirait yang akrab disapa Bang Ara didampingi oleh Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mewakili Gubernur Dedi Mulyadi yang lebih dikenal dengan KDM serta Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wabup Sumedang, M. Fajar Aldila.
Hadir pula sejumlah pejabat Forkopimda Sumedang, Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, Dandim 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto dan sejumlah pejabat Sumedang lainnya termasuk beberapa anggota DPRD Sumedang.
Disambut ribuan masyarakat dan karyawan PT. Kahatex, rombongan Menteri PKP itu disambut dengan antusias. Panitia mempersiapkan empat ekor Kuda renggong untuk dinaiki para pejabat itu. Namun, ternyata masyarakat dan pekerja pabrik yang didaulat menaiki kuda renggong itu.
Apresiasi Menteri PKP
Dalam acara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas kinerja Bank BJB dan Bank BJB Syariah yang telah berhasil merealisasikan Akad Massal dan Serah Terima Kunci 1.080 Debitur FLPP.
Dengan adanya skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga menjadi salah satu program andalan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa memiliki rumah subsidi yang sebagai rumah pertamanya.
“Hari ini saya senang sekali dan berbahagia karena banyak pekerja dan buruh di Pabrik Tekstile PT. Kahatex di Rancaekek, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dan masyarakat di daerah Jawa Barat dan Banten yang menerima kunci rumah subsidi,”ujar Menteri PKP yang akrab disapa Bang Ara.
Mereka memanfaatkan KPR FLPP untuk pembiayaan perumahan subsidi itu, sambung Ara, karena DP nya hanya 1 persen, suku bunga hanya 5 persen dan angsurannya rendah.
“Saat ini, jumlah kebutuhan rumah masyarakat Jawa Barat paling tinggi. Saya targetkan penyaluran KPR FLPP di Jawa Barat bisa terus ditingkatkan dan Bank bjb menjadi bank daerah yang paling banyak menyalurkan rumah subsidi dari semua bank BPD di Indonesia,” tuturnya.
Menteri PKP juga mengucapkan terimakasih kepada Direktur Utama Bank bjb dan Bank bjb Syariah yang telah bekerja dengan hati, bersih dan profesional untuk melaksanakan Akad Massal dan Serah Terima Kunci Rumah Untuk 1.080 Debitur FLPP.
Gerakan Gotong Royong
Pada kegiatan tersebut, Menteri PKP bersama mitra kerja menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada 80 orang Debitur FLPP. Sedangkan 1.000 orang lainnya dilaksanakan secara hybrid di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Banten.
Menteri PKP juga memberikan penghargaan kepada Bank BJB sebagai bank pembangunan daerahl yang menyalurkan KPR FLPP Terbanyak dan kepada Kabupaten penyalur FLPP tertinggi.
Di tengah-tengah sambutannya, Menteri PKP juga menyatakan siap memberikan bantuan uang muka untuk 100 pekerja terbaik dari PT. Kahatex yang ingin membeli rumah subsidi dengan KPR FLPP.
Hal itu juga disambut baik sebagai gerakan gotong royong Program 3 Juta Rumah dan mendapat dukungan dari Sekda Provinsi Jawa Barat, Bupati Sumedang serta pengusaha properti lainnya yakni Pengembang Properti Angga, Wawan, Samuel serta pengusaha lainnya.
“Totalnya terkumpul untuk 280 pegawai PT.Kahatex, teknisnya nanti langsung ditagihkan kepada para donatur tadi,” katanya.
Adapun Kabupaten penyalur FLPP tertinggi adalah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Garut. Sedangkan penghargaan untuk penyalur BPD tertinggi adalah Bank bjb dan Bank bjb Syariah.
“Saya ucapkan terimakasih atas kinerja dan dukungan ekosistem perumahan untuk Program 3 Juta Rumah. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan kuota FLPP terbesar sebanyak 350.000 tahun ini dan memberikan insentif bagi rakyat berupa BPHTB, PBG gratis dan PPN DTP untuk rumah MBR,” pungkasnya.***
