SUMEDANG, W+62.com– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang menyelenggarakan kegiatan seleksi pelatihan bahasa dan budaya Jepang serta fasilitasi penempatan kerja ke Jepang tahun 2025.
Rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari bertempat di Makodim 0610 Sumedang, dimulai pada Rabu (23/7/2025) hingga Kamis (24/7/2025).
Kepala Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Irma Dewi Agustin menjelaskan, seleksi tahun ini diikuti oleh 207 peserta, yang akan disaring menjadi 125 peserta terbaik.
Para peserta terpilih ini akan disalurkan ke berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah bekerja sama dengan Pemkab Sumedang.
“Selama dua hari ini, seleksi dilakukan cukup ketat. Hari pertama meliputi cek fisik dan tes jasmani seperti push-up, sit-up, dan lari. Di hari kedua, peserta mengikuti tes matematika dasar, bahasa Jepang dasar, serta psikotes,” jelas Irma.
Kegiatan seleksi ini melibatkan personel dan fasilitas dari Kodim 0610 Sumedang. Irma menilai lokasi Makodim sebagai tempat yang representatif dan mendukung kelengkapan tes fisik.
“Di Jepang, pekerja dituntut profesional dan memiliki ketahanan fisik tinggi. Oleh karena itu, kami melibatkan Kodim dalam seleksi agar calon peserta benar-benar siap secara jasmani dan rohani,” tambahnya.
Peserta Dapat Subsidi Rp7,5 juta
Para peserta yang lolos akan mendapatkan pelatihan bahasa dan budaya Jepang sebelum diberangkatkan untuk bekerja. Penempatan kerja mencakup berbagai bidang seperti, Pengolahan makanan, Pertanian dan peternakan, Pengasuhan lansia, Manufaktur serta Konstruksi.
“Setelah pelatihan, mereka akan difasilitasi penempatan kerja oleh LPK, Sending Organization (SO), atau P3MI yang sudah bekerja sama dengan kami,”tutur Irma.
Setiap peserta juga mendapatkan subsidi pelatihan dari Pemkab Sumedang sebesar Rp7,5 juta. Selain itu, untuk mendukung keberangkatan, difasilitasi juga dana talangan melalui kerja sama dengan lembaga keuangan seperti Bank Sumedang, Bank BJB, dan lainnya.
Meskipun program ini mendapat sambutan positif, Irma mengakui masih ada tantangan dalam proses seleksi, terutama dalam hal pemenuhan standar kualitas.
“Dari target 125 orang, biasanya hanya 40–50 peserta yang benar-benar lolos standar. Namun kami tetap berikan konseling dan pembinaan agar mereka bisa memenuhi syarat,” ujarnya.
Irma juga menyampaikan pentingnya sosialisasi program secara lebih luas ke masyarakat.
“Kami ingin lebih banyak warga tahu bahwa pemerintah hadir memfasilitasi peluang kerja ke luar negeri, terutama Jepang. Ke depan, kami akan memperluas ke negara lain seperti Korea dan Jerman,” ungkapnya.
Program ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menekan angka pengangguran dan memperluas akses kerja layak bagi masyarakat, khususnya generasi muda.***
