SUMEDANG, Wplus62.com -– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang bergerak cepat merespons maraknya isu sosial di masyarakat. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026, MUI Sumedang merangkul para ulama dan pemangku kepentingan untuk memperkokoh ketahanan keluarga. Langkah taktis ini bertujuan utama untuk menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak serta mengantisipasi penyebaran LGBT.
Acara yang berlangsung di Gedung Sarana Penunjang Pendidikan Kementerian Agama Kabupaten Sumedang pada Rabu (24/6/2026) ini, dihadiri langsung oleh berbagai elemen penting. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, membuka secara resmi agenda strategis tersebut. Selain itu, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta seluruh pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Sumedang turut memadati ruangan.

Ulama Menjadi Garda Terdepan Edukasi Masyarakat
Ketua Umum MUI Kabupaten Sumedang, KH. R. M. Anwar Sanusi, menegaskan bahwa rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara MUI kabupaten, kecamatan, dan para tokoh agama. Menurutnya, sinergi ini akan memperkuat peran ulama di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi tantangan zaman.
“Kami sengaja menggelar rapat koordinasi ini untuk memperkuat peran MUI dalam menjaga ketahanan keluarga, mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta membendung perilaku menyimpang. Oleh karena itu, kami menginstruksikan para peserta agar segera menyebarkan pesan-pesan dakwah ini secara masif melalui masjid, majelis taklim, dan pengajian,” ujar KH. Anwar Sanusi tegas.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa fenomena sosial saat ini menuntut kepedulian nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Penanganan masalah ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja.
“Maka dari itu, kita membutuhkan langkah bersama untuk mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda. Mereka harus memahami dampak buruk kekerasan serta perilaku yang menabrak nilai agama dan budaya kita,” imbuhnya.
Era Digital Mengintai, Kemenag Sumedang Tekankan Kolaborasi
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis MUI Sumedang. Ia menilai respons cepat MUI sangat relevan mengingat persoalan kekerasan domestik dan pencegahan LGBT memerlukan penanganan yang komprehensif.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif MUI Kabupaten Sumedang. Melalui musyawarah yang melibatkan ulama dan instansi lintas sektoral seperti ini, kita optimistis akan lahir rekomendasi konkret untuk pembinaan umat,” kata Hamzah.
Lebih lanjut, Hamzah mengingatkan bahwa tantangan remaja di era digital kini jauh lebih kompleks. Media sosial yang tanpa batas dengan mudah memengaruhi psikologis remaja yang sedang mencari jati diri.
“Akibat arus informasi yang tak terbendung, remaja menjadi kelompok yang paling rentan. Oleh sebab itu, benteng utamanya adalah penguatan nilai agama, keharmonisan keluarga, dan pengawasan bersama. Kita tidak boleh membiarkan generasi muda terjerumus dalam perilaku destruktif,” jelasnya panjang lebar.
Sebagai penutup, Hamzah berharap hasil rakor ini tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas. Sebaliknya, poin-poin musyawarah tersebut harus menjadi rekomendasi resmi bagi Pemerintah Daerah, Kemenag, Dinas Kesehatan, hingga lembaga perlindungan anak.
“Dengan demikian, seluruh pihak memiliki pijakan yang sama dalam melakukan aksi preventif dan edukatif demi melindungi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya. ***













