Berita Terkini

Melawan Keterbatasan Anggaran, Warga Haurngombong Sumedang Sukses Gelar Milangkala ke-44

Penyerahan hasil bumi secara simbolis dari masyarakat kepada Kepala Desa Haurngombong, Dadang di acara Milangkala ke-44 pada Senin (22/6/2026)
Penyerahan hasil bumi secara simbolis dari masyarakat kepada Kepala Desa Haurngombong, Dadang di acara Milangkala ke-44 pada Senin (22/6/2026)

SUMEDANG, Wplus62.com – Sebuah mobil pikap sarat muatan pisang, singkong, dan ubi jalar terparkir di halaman Kantor Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (22/6/2026). Di sudut lain, alunan musik tradisional mengiringi lenggak-lenggok penari Lengser saat menyambut kedatangan Kepala Desa dan jajaran Forkopimcam Pamulihan. Riuh rendah tawa warga dan tokoh masyarakat yang memadati area acara seolah menyembunyikan sebuah fakta: perayaan ulang tahun desa ini nyaris batal terlaksana akibat krisis anggaran.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Namun, semangat gotong royong membalikkan keadaan. Di tengah keterbatasan dana, Desa Haurngombong justru sukses menggelar hari jadi (Milangkala) ke-44 dengan suasana yang penuh kesederhanaan namun sarat khidmat.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Kendaraan pikap sarat muatan pisang, singkong, dan ubi jalar dibawa ke halaman Kantor Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan
Kendaraan pikap sarat muatan pisang, singkong, dan ubi jalar dibawa ke halaman Kantor Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan

Aksi “Penyulupan” Perangkat Desa yang Berbuah Manis

Perayaan ini bermula dari sebuah kejutan atau “konspirasi” manis. Kepala Desa Haurngombong, Dadang, mengaku sama sekali tidak mengetahui rencana penyelenggaraan acara ini. Fakta mengejutkan ini terungkap saat ia memberikan sambutan di depan ratusan pasang mata warga.

“Pada hari Jumat, perangkat desa tiba-tiba meminta saya untuk tidak masuk kantor tanpa alasan yang jelas. Ternyata, diam-diam mereka bersama BPD dan para Ketua RW sedang patungan dan menyusun agenda Milangkala ini,” ungkap Dadang, Senin (22/6/2026).

Dadang menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa memang sengaja tidak menganggarkan perayaan seremonial tahun ini. Hal tersebut terjadi menyusul pemotongan anggaran desa yang sangat drastis.

Baca Juga  Wayang Kulit Mendapat Pengakuan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

“Tahun ini anggaran desa kami menyusut hingga tinggal 30 persen dari tahun sebelumnya. Jangankan untuk menggelar pesta, membiayai pembangunan infrastruktur fisik pun kami harus memutar otak,” tambah Dadang secara jujur.

Meskipun demikian, kepedulian tinggi dari para perangkat desa dan swadaya masyarakat berhasil mematahkan keterbatasan tersebut. Oleh karena itu, panitia menyematkan tema “Weweg Desana, Sauyunan Wargana” (Kokoh Desanya, Rukun Warganya) yang sangat relevan dengan realitas perjuangan mereka saat ini.

Kepala Desa Haurngombong, Dadang bersama Kapolsek Pamulihan, Iptu Iwan Kurniawan dan perwakilan Danramil 1004 Tanjungsari
Kepala Desa Haurngombong, Dadang bersama Kapolsek Pamulihan, Iptu Iwan Kurniawan dan perwakilan Danramil 1004 Tanjungsari

Menelusuri Jejak Sejarah yang Sempat Misterius

Selain menjadi ajang silaturahmi, momentum Milangkala ke-44 ini sekaligus menegaskan identitas sejarah Desa Haurngombong. Dadang menceritakan betapa sulitnya melacak dokumen otentik mengenai asal-usul desa tersebut.

“Saya sudah mencari informasi ke berbagai dinas dan instansi terkait, namun tidak ada data pasti yang mencatat sejarah berdirinya desa ini,” tuturnya.

Akan tetapi, titik terang muncul lewat penelusuran dokumen administrasi pemekaran wilayah. Berdasarkan catatan resmi tersebut, wilayah Haurngombong mekar dan berdiri mandiri pada tanggal 21 Juni 1982. Berlandaskan fakta historis itulah, pemerintah desa menetapkan tanggal 21 Juni sebagai hari jadi resmi mereka.

Sepanjang 44 tahun perjalanannya, tercatat lima figur yang telah mendedikasikan diri memimpin desa ini, antara lain:

  1. H. Oyod Syamsudin (1984–1990)
  2. Aud Suhaya (1990–2002)
  3. Adang (2002–2013)
  4. H. Cecep Saepudin (2013–2019)
  5. Dadang (2020–Sekarang)
Baca Juga  Pasca Tragedi Maut, Warga Sumedang Desak DLHK Tebang Pohon Lapuk di Pinggir Jalan

Bersiap Menyambut Event Besar MTQ Kabupaten Sumedang

Selanjutnya, setelah pemutaran film dokumenter pembangunan desa dan penyerahan hasil bumi secara simbolis dari Ketua RW 04, acara mencapai puncaknya melalui pemotongan tumpeng. Dadang menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Ketua BPD sebagai simbol kemitraan yang solid. Beliau juga menerima berbagai cendera mata dari tokoh pemuda setempat.

Di akhir pidatonya, Dadang menyelipkan pesan penting terkait agenda daerah. Ia mengingatkan warganya bahwa Kecamatan Pamulihan akan memikul tanggung jawab besar sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Sumedang pada 7-9 Juli 2026 mendatang.

“Saya meminta dukungan penuh dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Mari kita tunjukkan bahwa Desa Haurngombong mampu menjadi tuan rumah yang ramah, baik, dan sukses menyukseskan gelaran keagamaan ini,” pungkas Dadang seraya menutup rangkaian acara dengan ucapan terima kasih yang mendalam kepada warganya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima