Berita Terkini

Sumedang Creative Festival 2025 Ternyata “Garing” Dimata Penggiat Ekraf

Gelaran Sumedang Creative Festival 2025 dianggap "garing" gagasan dan tak menampilkan para pelaku Ekraf Sumedang yang asli

SUMEDANG, W+62.COM– Para penggiat ekonomi kreatif (Ekraf) Sumedang, mulai bersuara tatkala gelaran Sumedang Creative Festival 2025 tak sesuai ekspektasi dan jauh dari harapan mereka.

Seperti halnya yang dituturkan, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sumedang, Anggun Gunara. Ia mengungkapkan kekecewaannya soal penyelenggaraan Sumedang Creative Festival 2025.

“Komite Ekraf Sumedang tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan Sumedang Creative Festival. Padahal, kami punya peran strategis dalam memajukan ekonomi kreatif di daerah ini,” kata Anggun saat dj konfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (24/9/2025).

Menurut Anggun, festival itu sebenarnya bisa menjadi momentum penting bagi pelaku ekraf Sumedang. Namun, tanpa adanya sinergi, kontribusi yang seharusnya bisa memperkuat kualitas dan keberlanjutan acara jadi terhambat.

Meskipun demikian, Anggun menegaskan Komite Ekraf Sumedang tetap berkomitmen mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Sumedang.

“Kami tetap konsisten mendorong lahirnya program dan kegiatan yang bisa menguatkan Ekraf, baik secara mandiri maupun bersama mitra lain,” katanya.

Ia juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas pelaku kreatif, membuka ruang komunikasi yang lebih baik. “Untuk mencapai tujuan bersama dibutuhkan kolaborasi. Kami berharap ke depan bisa dilibatkan secara aktif dan strategis,” tegasnya.

Anggun pun mengingatkan agar kejadian ini tidak terulang di masa depan.”Jangan sampai potensi besar ekonomi kreatif Sumedang terhambat hanya karena kurangnya komunikasi dan koordinasi,” pungkasnya.

Penggiat Ekonomi Kreatif, Hendra Nugraha alias Hendra Ciho yang mengkritisi gelaran Sumedang Creative Festival 2025

“Garing” Gagasan

Sementara itu, menanggapi Sumedang Creative Festival 2025, Hendra Nugraha alias Hendra Ciho lewat akun media sosial mengkritisi kegiatan itu dengan lantang.

Ia menganggap Sumedang Creative Festival seharusnya menjadi ajang istimewa bagi para pelaku Ekraf di Sumedang. Boleh dikatakan kegiatan ini “lebarannya” pelaku Ekonomi Kreatif. Tapi, pada kenyataan menganggap semuanya “Garing” dan miskin gagasan.

“Seharusnya Sumedang Creative Festival itu identik dengan momen berkumpulnya para kreator, selebrasi karya, ruang apresiasi, bahkan ajang kolaborasi,” katanya.

Tapi apa yang terjadi, sambung Hendra Ciho, kegiatan ini hanya rutinitas “Bancakan” proyek, digarap oleh oknum yang itu-itu lagi. “Tengok saja, tempelate standar, kering imajinasi. Miris! Apalagi ini dikatakan sebuah festival, plis nggak banget,” ujarnya.

Hendra Ciho menduga, yang dipertunjukkan dalam Sumedang Creative Festival 2025 mayoritas bukan dari pelaku Ekraf Sumedang, melainkan orang yang dekat dengan kekuasaan.

“Alih-alih merayakan karya anak Sumedang, boro-boro. Yang dipertontonkan justru siapa yang paling dekat dengan kursi kekuasaan. Pelaku Ekraf asli hanya jadi penonton, bahkan jika dipanggil sekadar untuk meramaikan,” katanya.

“Akhirnya sebuah kata Festival yang harusnya jadi lebaran Ekraf berubah jadi Bancakan proyek. Sayangnya yang panen bukan para kreator melainkan segelintir pejabat dan kroninya,” tegasnya.

Hendra mengajak para kreator Sumedang mau bersuara, mengkritisi Pemkab Sumedang agar penyelenggaraan Sumedang Creative Festival dimasa yang akan datang lebih mengakomodir para kreator Sumedang.***