SUMEDANG, Wplus62.com – Langit sore yang cerah memayungi Lapangan Daya Taruna, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang pada Sabtu (27/6/2026). Ratusan warga mulai memadati area lapang yang mendadak berubah menjadi lautan kegembiraan. Suara gelak tawa anak-anak berpadu seru dengan dentuman musik dari berbagai wahana permainan, mulai dari komidi putar, kora-kora, korsel, mandi bola, hingga wahana misteri Rumah Hantu.
Momentum libur panjang sekolah tahun ini rupanya menjadi berkah tersendiri. Pihak penyelenggara, Putra Padjadjaran Enterprise (PPJ), sengaja menggelar pasar rakyat ini sebagai alternatif sarana hiburan murah meriah bagi masyarakat sekitar.

Nostalgia dan Wahana Baru yang Menguji Nyali
Pengunjung yang datang tidak hanya anak-anak kecil, melainkan juga remaja yang ingin bernostalgia. Nining (18) dan Yuni (18), misalnya, sengaja meluangkan waktu sore mereka untuk menjajal wahana korsel.
“Ya lumayan lah, seru-seruan saja menikmati hiburan rakyat sekaligus nostalgia naik korsel,” ungkap Nining sembari tersenyum lebar.
Selain menyajikan wahana klasik, Nining juga merasakan perbedaan mencolok dibanding gelaran pasar malam sebelumnya yang biasa bertempat di Alun-alun Tanjungsari. Menurutnya, Lapangan Daya Taruna Jatisari menawarkan area yang jauh lebih luas dan pilihan kuliner yang melimpah.
“Pedagang jajanan makanan lebih banyak dan variatif. Terus ada wahana baru Rumah Hantu yang kayaknya lumayan seru,” tambahnya dengan antusias.
Senada dengan Nining, Herman (45), seorang warga setempat, turut memboyong seluruh anggota keluarganya ke arena pasar malam. Ia memanfaatkan hari libur kerja untuk menyenangkan anak-anaknya tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
“Kebetulan saya libur, anak-anak juga libur sekolah. Hari ini cuaca cerah sangat mendukung kami menikmati hiburan bersama keluarga yang murah meriah,” kata Herman.
Kendati demikian, Herman menaruh harapan besar agar pihak pengelola dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lokasi. “Semoga saja selama digelarnya pasar malam di sini tidak ada keributan, aman dan kondusif, agar masyarakat lainnya juga bisa menikmati hiburan rakyat yang murah,” ujarnya.

Pindah Lokasi, Berkah Meluas Bagi UMKM dan Pemuda
Di tengah keriuhan pengunjung, pemilik Putra Padjadjaran Enterprise, Dini, tampak sibuk memantau situasi bersama putrinya, Dira. Kepada Wplus62.com, Dini menceritakan latar belakang perpindahan lokasi pasar rakyat kali ini ke Desa Jatisari.
“Alhamdulillah, karena Alun-alun Tanjungsari sedang dalam proses perbaikan, untuk kali ini kami mengalihkan kegiatan ke Lapangan Daya Taruna Jatisari ini,” tutur Dini hangat.
Menariknya, perpindahan lokasi ini justru membawa dampak positif yang tak terduga. Dini mengaku proses perizinan dan persiapan teknis berjalan sangat lancar. Berkat area lapangan yang lebih lapang, PPJ kini mampu menampung lebih banyak pelaku UMKM dan menambah jenis wahana permainan baru.
“Saya sangat bersyukur sekali bahwa dengan digelarnya pasar rakyat semacam ini makin banyak pihak yang terlibat. Tentu saja secara ekonomis bisa langsung menggerakkan ekonomi masyarakat sekitarnya,” ucap Dini optimis.
Lebih lanjut, Dini mencontohkan bagaimana perputaran uang terjadi secara nyata di lapangan. Para pemuda Karang Taruna Desa Jatisari langsung bergerak cepat memanfaatkan lahan kosong di sekitar area menjadi kantong-kantong parkir resmi. Di sisi lain, para pedagang lokal, baik yang masuk dalam rombongan PPJ maupun warga setempat, memenuhi lapak-lapak jualan dengan aneka produk kreatif mereka.
Rencananya, pasar rakyat ini akan terus menghibur warga Tanjungsari dan sekitarnya selama satu bulan penuh. Bagi Anda yang ingin mencari hiburan keluarga yang ramah di kantong selama musim liburan sekolah, Lapangan Daya Taruna Jatisari bisa menjadi destinasi sore yang sempurna.***













