SUMEDANG, Wplus62.com – Ketegangan menyelimuti proses revitalisasi Pasar Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Aksi penolakan warga pasar terhadap pengosongan sementara lahan berujung ricuh pada Senin malam (6/7/2026) sekira pukul 20.54 WIB.
Bentrokan fisik sempat pecah saat aparat gabungan mencoba mengamankan kawasan pasar. Massa pedagang yang emosional terlibat aksi saling dorong dan lempar dengan personel pengamanan. Beruntung, ketegangan mereda setelah aparat memilih mundur guna menghindari konflik yang lebih besar.
Sejak Senin siang hingga larut malam, ratusan pedagang yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar Cimalaka (IKWAPACI) terus berjaga dan bertahan di area pasar. Meskipun demikian, mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap program revitalisasi Pasar Cimalaka. Sebaliknya, pedagang hanya menuntut Pemerintah Kabupaten Sumedang membuka ruang musyawarah yang jujur sebelum memaksakan relokasi.
Pedagang Tuntut Transparansi Harga Sewa dan Ukuran Kios
Ketua IKWAPACI, Dian Kusdian, menyayangkan sikap aparat yang terkesan memaksakan eksekusi pengosongan. Menurutnya, pemerintah daerah belum ketuk palu mengenai kesepakatan bersama pedagang.
“Kami sedang mempertahankan hidup. Pemerintah menetapkan harga sewa dan ukuran kios secara sepihak tanpa musyawarah. Jika kondisinya tidak sesuai, otomatis roda perdagangan kami akan lumpuh,” ujar Dian tegas.
Dian kemudian membeberkan salah satu ketimpangan rencana relokasi tersebut. Ia mencontohkan nasib pedagang daging yang memiliki lemari pendingin (freezer) sepanjang tiga meter. Ironisnya, pengelola hanya menyediakan tempat relokasi sementara berukuran 1,5 \times 2 meter. Kondisi sempit ini jelas mustahil bagi pedagang untuk menyambung hidup selama masa revitalisasi berjalan.
Oleh karena itu, IKWAPACI mendesak pemerintah agar segera duduk bersama membedah hak pedagang, kepastian nilai sewa, ukuran kios baru, serta mekanisme relokasi yang manusiawi.
“Jika saya dan 140 pedagang lainnya tidak bertahan malam ini, kami semua akan mati pelan-pelan di pasar yang baru nanti,” tambah Dian.
Hingga menjelang tengah malam, suasana di Pasar Cimalaka masih mencekam namun kondusif. Ratusan pedagang memilih tetap bersiaga di lapak mereka masing-masing, menunggu iktikad baik dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk membuka jalur dialog.***











