Berita Terkini

Revolusi Sampah Jabar: TPPAS Sarimukti Segera Ubah Ribuan Ton Limbah Jadi Energi Listrik

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama pemangku kepentingan pengelola persampahan menggelar Rakor Optimalisasi TPPAS Sarimukti di Lembur Pakuan Subang pada Minggu (5/4/2026)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama pemangku kepentingan pengelola persampahan menggelar Rakor Optimalisasi TPPAS Sarimukti di Lembur Pakuan Subang pada Minggu (5/4/2026)

SUBANG, Wplus62.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menabuh genderang perang terhadap krisis sampah yang telah membelenggu wilayah Bandung Raya selama puluhan tahun. Dalam Rapat Koordinasi Persampahan lintas daerah di Lembur Pakuan, Minggu (5/4/2026).

Acara yang diikuti oleh para pemangku kepentingan diantaranya, Bandung Raya, Sumedang, Garut, Purwakarta dan Cianjur. Dan berhasil menyepakati transformasi besar: menyulap TPPAS Sarimukti menjadi pusat pengolahan sampah regional berbasis teknologi modern.

Kolaborasi Strategis Bandung Raya

Langkah berani ini lahir dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Bandung Raya. Alih-alih sekadar menumpuk limbah, kolaborasi ini mengarahkan fokus pada optimalisasi TPPAS Sarimukti sebagai fasilitas Waste-to-Energy.

Fasilitas ini nantinya akan mengolah ribuan ton sampah per hari menjadi energi listrik. Transformasi ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menyuplai kebutuhan energi berkelanjutan bagi masyarakat.

Target Tiga Tahun: Lingkungan Bersih, Rakyat Sejahtera

Pemerintah mematok target ambisius namun terukur. Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, sistem pengolahan terpadu ini harus sudah menunjukkan hasil nyata.

“Kami mengubah masalah menjadi manfaat, dan sampah menjadi energi. Tujuannya satu: lingkungan yang lebih bersih dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar perwakilan pemerintah dalam pertemuan tersebut.

Poin Penting Kesepakatan Lembur Pakuan:

Sentralisasi Pengolahan: Mengukuhkan TPPAS Sarimukti sebagai pusat pengolahan sampah regional.

  • Teknologi Ramah Lingkungan: Mengadopsi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PLTSa).
  • Kapasitas Masif: Menargetkan pengolahan hingga ribuan ton sampah setiap harinya.
  • Dampak Ekonomi: Menciptakan lapangan kerja baru dalam ekosistem pengelolaan energi terbarukan.

Mengakhiri Krisis Puluhan Tahun

Persoalan sampah di Jawa Barat, khususnya Bandung Raya, bukan lagi rahasia umum. Selama puluhan tahun, penumpukan sampah di TPA konvensional sering kali memicu masalah lingkungan dan sosial.

Melalui kesepakatan di Lembur Pakuan ini, Jawa Barat memulai babak baru dalam tata kelola lingkungan. Dengan memprioritaskan kalimat aksi dan langkah konkret, proyek ini diharapkan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah daerah mengubah beban ekologi menjadi aset ekonomi yang berharga.***