SUMEDANG, Wplus62.com – Penolakan keras terhadap rencana pengosongan Pasar Cimalaka, Kabupaten Sumedang, berujung pada aksi nekat warga. Massa yang menolak relokasi memblokir total Jalan Nasional Bandung–Cirebon pada Senin (6/7/2026) siang. Tidak hanya memblokade jalan, massa juga membakar sejumlah ban bekas di tengah aspal hingga menghentikan arus lalu lintas dari kedua arah.
Akibat aksi anarkis ini, kemacetan parah langsung menyergap jalur utama tersebut. Kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon maupun sebaliknya terjebak dan tidak dapat bergerak sama sekali. Guna mengantisipasi situasi yang kian memanas, sejumlah personel Polres Sumedang langsung bersiaga ketat di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi dan Alasan Penolakan Revitalisasi
Pemerintah daerah sebenarnya mengosongkan pasar ini sebagai langkah awal proyek revitalisasi Pasar Cimalaka. Berdasarkan rencana awal, petugas akan memindahkan para pedagang ke lokasi penampungan sementara yang terletak tidak jauh dari kawasan pasar lama. Namun, kebijakan tersebut mendapat perlawanan sengit dari para pedagang dan warga setempat.
Pantauan di Lapangan: Hingga pukul 13.03 WIB, massa masih menduduki badan jalan dan membiarkan api dari ban bekas terus berkobar. Akibatnya, antrean kendaraan kini mengular hingga beberapa kilometer.
Selain memblokir jalan, massa juga menuntut Kepala Desa Cimalaka untuk segera datang ke lokasi guna menemui mereka dan mendengarkan aspirasi secara langsung.
Massa Usir Mobil Pemadam Kebakaran
Ketegangan sempat meningkat saat satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk menjinakkan api. Bukannya mereda, massa justru menghadang dan memaksa armada petarung api tersebut untuk mundur menjauhi titik aksi.
Hingga berita ini diturunkan, pemblokiran Jalan Nasional Bandung-Cirebon masih berlangsung. Pihak kepolisian terus berupaya melakukan negosiasi agar warga membuka akses jalan demi kelancaran arus lalu lintas publik.***











