Berita Terkini

Rapat Paripurna DPRD Jabar Dihiasi Aksi Walk Out Fraksi PDIP, Gegara KDM Dinilai Rendahkan Martabat Legislatif

BANDUNG, W+62.com— Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat yang digelar pada Jumat (16/5/2025) dihiasi aksi walk out oleh fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu sontak menjadi perbincangan dan juga berbagai tanggapan berbagai kalangan masyarakat khususnya di Jawa Barat.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Usut punya usut, pada Aksi itu dilakukan konon sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang dinilai merendahkan martabat lembaga legislatif.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Insiden ini berawal dari pernyataan KDM saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Cirebon, 7 Mei lalu. Dalam pidatonya, KDM menyebut, rapat dengan DPRD Jabar tidak lagi diperlukan. Pernyataan itulah yang dinilai menyinggung peran DPRD sebagai mitra sejajar pemerintah provinsi.

“Kami merasa bahwa pernyataan Gubernur tidak hanya mencederai marwah lembaga DPRD, tetapi juga mencerminkan sikap yang tidak menghormati prinsip demokrasi dan kemitraan antar lembaga,” tegas Doni Maradona Hutabarat, anggota Fraksi PDIP, sesaat sebelum meninggalkan ruang sidang.

Baca Juga  Presiden Prabowo Reshuffel Menteri Jilid Kedua Kabinet Merah Putih, Pimpinan DPR Tak Hadir
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP, Doni Maradona Hutabarat

Doni menganggap apa yang dilakukan oleh Gubernur Jabar itu, seolah tidak membutuhkan lagi peran legislatif di Jabar dan cenderung ingin berjalan sendiri. “Mohon pimpinan, kami tidak akan mengikuti Paripurna ini, sebelum ada klarifikasi dari Gubernur atas pernyataan dalam Musrenbang di Cirebon,” katanya.

Memo Hermawan, rekan satu fraksinya juga menambahkan, Fraksi PDIP akan menggunakan hak interpelasi untuk meminta penjelasan resmi dari Gubernur Dedi Mulyadi terkait pernyataan kontroversial tersebut.

Tanggapan Aksi

Menanggapi aksi walk out itu, KDM menyatakan bahwa setiap fraksi berhak menyampaikan sikap politiknya. Ia menilai aksi tersebut sebagai dinamika biasa dalam sistem demokrasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, menduga insiden tersebut terjadi karena miskomunikasi antara pihak eksekutif dan legislatif. Ia pun berharap hubungan keduanya bisa segera kembali harmonis demi kepentingan masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga  Bentuk Syukur dan Apresiasi Kepada Warga, H.Umuh Muchtar Gelar Tasyakur Bini'mah

Hingga saat ini, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai rencana klarifikasi yang diminta Fraksi PDIP.

Dengan peristiwa ini, masyarakat khususnya yang mengikuti informasi di media sosial, menilai apa yang terjadi pada Paripurna DPRD Jabar saat ini, sebuah akumulasi dan reaksi Ono Surono atas gebrakan KDM yang seolah mengubah paradigma legislatif sebagai mitra pemerintah di provinsi Jawa Barat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima