Berita Terkini

Hijau yang Membesarkan, Putih yang Menjanjikan: Musim Semi Politik di Sumedang

EDITORIAL — Dunia politik memang bukan tempat bagi mereka yang baperan. Kamis (12/2/2026), Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir resmi melakukan aksi “putus hubungan” secara santun di Kantor DPC PPP. Ia menanggalkan jaket hijau yang sudah menemaninya bertahun-tahun, lalu melirik seragam putih-garuda milik Gerindra. Sebuah langkah yang membuat para kader PPP mungkin merasa seperti diputusin pas lagi sayang-sayangnya.

Dony mengemas alasan kepindahannya dengan istilah yang sangat akademis: “perluasan ruang ikhtiar”. Tapi mari kita jujur, dalam bahasa pasar, ini adalah langkah mencari “tumpangan” yang lebih ngebut menuju 2030. Dony sadar, membangun Sumedang kalau cuma mengandalkan doa dan romantisme sejarah partai lama itu berat. Ia butuh akses “jalan tol” ke Jakarta, dan kunci gerbang tol itu saat ini dipegang oleh partai berlambang Garuda.

Politik “Cari Aman” atau Strategi Jenius?

Secara teknis, Dony sedang mempraktikkan teori survival of the fittest. Ia tidak ingin Sumedang cuma jadi penonton di tengah proyek strategis nasional. Keputusannya yang memakan waktu 1,5 tahun untuk merenung—durasi yang bahkan lebih lama dari masa cicilan motor matic—menunjukkan bahwa ini bukan impulsif, tapi kalkulasi dingin.

Namun, Wplus62.com perlu menyentil sedikit. Jika setiap kepala daerah harus pindah ke partai penguasa hanya untuk mendapatkan “perhatian” pusat, lalu apa gunanya sistem otonomi daerah? Apakah sekarang anggaran pusat hanya mengalir lewat jalur “warna” yang sama? Kalau begini terus, lama-lama kepala daerah se-Indonesia bisa seragaman semua warnanya.

Kritik Pedas untuk Pak Bupati

Langkah Dony ini memang ksatria karena mau pamit langsung. Tapi, Pak Bupati, jangan sampai alasan “sinergi nasional” cuma jadi bumbu penyedap saja. Rakyat Sumedang tidak makan ideologi partai; mereka butuh jalan mulus, perut kenyang, dan lapangan kerja.

Kepindahan ini adalah pertaruhan reputasi. Jika setelah pindah ke Gerindra pembangunan Sumedang masih “jalan di tempat” seperti siput sedang galau, maka masyarakat akan tertawa sinis dan menganggap perpindahan ini hanyalah drama jemput tiket kekuasaan belaka.

Dorongan: Buktikan, Jangan Cuma Ganti Baju!

Kami mendorong Bupati Dony untuk segera menunjukkan “sakti”-nya jaket baru tersebut. Jangan sampai ganti bendera tapi performa masih standar pabrikan. Gerindra adalah partai yang bicara soal ketegasan dan kemandirian bangsa—dua hal yang sekarang ditagih rakyat Sumedang dari tangan Anda.

Untuk PPP, jangan terlalu lama meratapi kepergian sang bintang. Politik itu seperti terminal; ada yang datang, ada yang pergi, dan ada yang cuma numpang tanya trayek Fokuslah mencetak “Dony-Dony” baru yang mungkin sekarang masih di level pengurus ranting.

Dony sudah resmi pindah ke lain hati. Kini tinggal kita lihat, apakah “pernikahan” baru ini akan melahirkan kemakmuran bagi rakyat Sumedang, atau sekadar jadi ajang bagi-bagi kursi menjelang 2030?***

Wplus62.com: Menatap tajam, berkomentar dalam.