SUMEDANG, W+62.com– Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang secara resmi dibuka di kompleks eks BLK Sumedang pada Selasa, (5/8/2025).
Dalam pembukaan kegiatan dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Sosial RI, Edi Suharto, Kepala Biro Umum Kemensos RI, Dirjen Jaminan Sosial Kemensos RI, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta Sekda Kabupaten Sumedang, para Asisten Daerah (Asda), Kepala SKPD terkait, jajaran Forkopimda Sumedang, para camat, kepala desa, serta seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari sejarah penting di Kabupaten Sumedang.
“Sekolah Rakyat ini bukan sekadar seremoni. Hari ini kita semua sedang menyalakan obor pengetahuan, yang tidak hanya akan menerangi anak-anak hari ini, tetapi juga masa depan mereka 10, 20, bahkan 50 tahun ke depan. Ini adalah bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Dony.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat lahir dari semangat untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau tempat tinggal. Menurutnya, pendidikan adalah tangga peradaban yang harus dapat diakses oleh semua warga Sumedang.
“Tidak boleh ada satu pun warga Sumedang yang tertinggal karena keterbatasan. Sekolah Rakyat hadir untuk menciptakan kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi semua,” tegasnya.
Sumedang Terdepan
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Sosial RI, Edi Suharto, menyampaikan salam dari Menteri Sosial dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ia menyebutkan bahwa gagasan besar tentang Sekolah Rakyat di Sumedang merupakan bagian dari prioritas nasional.
“Sumedang termasuk daerah terdepan yang siap menjalankan konsep Sekolah Rakyat. Hari ini, hanya ada lima wilayah di Indonesia yang membuka Sekolah Rakyat secara serentak, dan Sumedang menjadi salah satunya. Ini semua berkat dukungan dari Gubernur, Sekda, Bupati, Kadinsos, dan para pendamping PKH,” jelas Edi.
Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka agar betah dan semangat mengikuti pendidikan, mengingat konsep sekolah ini adalah berasrama.
“Alhamdulillah, berkat dorongan dari Pemda, semua fasilitas sudah disiapkan, bahkan sampai perlengkapan mandi pun tersedia. Tinggal bagaimana kita semua menjaga obor yang telah dinyalakan ini agar tetap menyala,” pungkasnya.
Kegiatan MPLS ini menjadi penanda dimulainya proses pendidikan yang inklusif dan bermakna bagi anak-anak di Sumedang, sekaligus menjadi bagian penting dari transformasi sosial demi masa depan bangsa yang lebih cerah.***
