Berita Terkini
Budaya  

Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW dan Haul Para Pahlawan Kemerdekaan RI ke-80 di Ponpes Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah

SUMEDANG , W+62.COM– Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW ke-1500 sekaligus Haul Para Pahlawan Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 digelar di Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah Pusat, Simpang – Pamulihan, Sumedang, Minggu (7/9/2025).

Acara bertajuk Silaturahmi Kubro dan Doa Bersama untuk Keberkahan Bangsa Indonesia ini menghadirkan para habaib, ulama, umaro, dan umat dari berbagai lapisan.

Tampak ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat dan luar Jawa Barat memadati area Ponpes mengikuti acara akbar.

Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa Wal Mamudiyyah Abuya KH Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi mengajak umat untuk selalu berdoa demi keselamatan bangsa.

“Semoga kita semua dan keluarga tanah air mendapat limpahan barokah rahmat. Semoga negeri ini dijaga, dimuliakan, disejahterakan, diamankan, didamaikan, dirukunkan, serta dipenuhi cinta kasih, hidayah, dan taufik Allah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang, semoga mendapat perhatian khusus dari Allah dan Rasul-Nya,” ungkap Abuya.

Penuh Cinta dan Kasih Sayang

Abuya menegaskan bahwa momentum ini merupakan nikmat besar. “Peringatan maulid yang bertepatan dengan 14 Maulid, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, adalah anugerah Allah. Semoga menjadi saksi kecintaan kita kepada Rasulullah, menambah catatan amal saleh, menghapus dosa, serta menjadi sebab dikabulkannya doa-doa kita,” ujarnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turut hadir dan menyampaikan apresiasinya. Ia mengaku merasakan kesejukan dan ketenangan selama mengikuti rangkaian acara.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir bersama para Ulama dan Habib dalam acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW di Ponpes Internasional Asy-Syifaa Wal Mahmuddiyyah Sumedang pada Minggu (7/9/2025)

“Peringatan maulid ini meneguhkan hati kita, warisan Nabi Muhammad adalah akhlak mulia, penuh cinta dan kasih sayang. Semoga menjadi cahaya penerang di Sumedang, Jawa Barat, dan Indonesia. Inilah momentum untuk menyalakan semangat keteladanan dengan ikhlas, jujur, serta bekerja untuk kemaslahatan umat,” tutur Bupati Dony.

Sementara itu, dalam ceramahnya, M. Fuad Abdul Wafi atau yang lebih dikenal Gus Wafi mengingatkan bahaya fitnah dan gaya hidup yang menjauhkan umat dari nilai Islam. Ia menekankan pentingnya menjaga keluarga, ulama, dan pesantren dari serangan zaman.

“Ketika umat cinta dunia, mudah diadu domba. Minuman keras dan judi adalah pekerjaan setan yang menghancurkan agama. Kalau tidak ada pesantren, keadaan umat akan jauh lebih kacau,” tegasnya.

Pesantren Sebagai Benteng

Gus Wafi mengingatkan, Rasulullah SAW pernah khawatir umatnya terlalu cinta dunia hingga tega membunuh sesama muslim.

“Minuman keras dan judi adalah pekerjaan setan yang sering jadi pintu kerusakan. Jika sudah kecanduan, seseorang mudah marah dan gampang diadu domba. Padahal Allah sudah melarangnya. Bila maksiat merajalela, maka tunggulah kehancuran,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Wafi juga menekankan peran penting pesantren sebagai benteng moral bangsa.

“Kalau tidak ada santri dan pesantren, keadaan umat akan jauh lebih kacau. Maka mari kita bersyukur atas keberadaan pesantren yang menjaga akidah dan akhlak umat,” pungkasnya.

Acara akbar ini berlangsung khidmat, penuh semangat kebersamaan, serta ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan bangsa Indonesia.***