SUMEDANG, Wplus62.com – Bencana tanah longsor melanda Dusun Rancamekar RT 02/01, yang merupakan wilayah perbatasan antara Desa Haurngombong dan Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Rabu (08/04/2026). Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 17.45 WIB memicu pergerakan tanah yang mengancam keselamatan warga.
Identitas Korban dan Evakuasi Mandiri
Dua keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka karena kondisi bangunan yang menggantung akibat tanah di bawahnya amblas. Tercatat, pemilik rumah yang terdampak langsung adalah Adin (30) dan Onih (80).
Mengingat risiko longsor susulan yang sangat tinggi, pihak berwenang segera mengevakuasi kedua warga tersebut. Saat ini, Adin dan Onih telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi menghindari potensi bahaya di malam hari.
Kondisi Geografis yang Rawan
Lokasi kejadian yang berada di perbatasan Desa Haurngombong dan Desa Ciptasari ini memang memiliki kemiringan lahan yang cukup curam. Derasnya air hujan yang meresap ke dalam tanah mempercepat proses abrasi, hingga akhirnya menggerus fondasi rumah warga.
Kepala Desa Haurngombong, Dadang menegaskan bahwa evakuasi adalah langkah paling tepat saat ini. “Kami memprioritaskan keselamatan jiwa. Untuk sementara, warga terdampak tinggal bersama kerabatnya karena rumah mereka sudah tidak aman untuk ditinggali, apalagi jika hujan kembali turun,” jelasnya saat memantau lokasi.
Desak Perhatian Pemerintah Daerah
Pihak Desa telah berkoordinasi dengan Ketua RW 01 dan unsur BPD untuk mendata kerugian lebih lanjut. Namun, skala bencana di wilayah perbatasan ini memerlukan penanganan yang lebih besar dari instansi tingkat kabupaten.
Pemerintah Desa mendesak BPBD Sumedang dan Bupati Sumedang untuk segera memberikan bantuan logistik serta langkah teknis guna mencegah longsor semakin meluas ke area pemukiman lainnya di Rancamekar.***
