Berita Terkini
Tak Berkategori  

Lagi, Pohon Tumbang Memakan Korban di Cigendel Kecamatan Pamulihan Sumedang

SUMEDANG, W+62.com– Pohon tumbang kembali memakan korban di Jalan Raya Bandung–Cirebon, tepatnya di wilayah Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang pada Jumat (2/5/2025) pagi.

Insiden yang terjadi sekira pukul 07.00 WIB itu menimpa seorang pengendara sepeda motor yang tengah melintas. Dengan peristiwa itu, membuat korban harus dilarikan ke Puskesmas Haur Ngombong, Kecamatan Pamulihan untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan Rancakalong BKPH Maglayang Timur, Suryana, mengakui bahwa ruas Jalan Raya Cadas Pangeran—khususnya dari Cigendel hingga Ciherang—memang masuk zona rawan.

“Dari total 228 pohon di sepanjang jalur itu, baru 172 yang berhasil kami tebang. Sisanya masih berdiri dan berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ungkap Suryana.

Dikatakan Suryana, meskipun pemangkasan pohon terus dilakukan oleh tim gabungan, namun prosesnya masih jauh dari tuntas.

“Sampai hari ini baru 56 pohon yang berhasil dipangkas. Dan satu pohon kembali tumbang pagi ini. Ini pengingat keras bahwa kita tak bisa lagi menunda,” tegasnya.

Suryana menekankan, penanganan pohon rawan tumbang membutuhkan kolaborasi lintas instansi. “Ini bukan pekerjaan satu pihak. Koordinasi perlu terus dijalankan, meski terkadang terkendala oleh agenda dan keterbatasan tenaga,” katanya.

Masyarakat Terus Mendesak

Sementara itu, Aceng Abdurohman, anggota Relawan Bencana Riksa Pamulihan yang berada di lokasi mengaku, kekhawatiran tentang adanya pohon tumbang di jalur tersebut.

Pasalnya, bukan kali ini saja terjadi pohon tumbang yang menelan korban. Oleh karena itu pihaknya mendesak pihak-pihak terkait agar dapat secepatnya mengatasi penebangan pohon yang dinilai rawan tumbang.

Kejadian ini kembali menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya pohon rawan tumbang di jalur tersebut, terutama saat musim hujan disertai angin kencang.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera bertindak cepat untuk mencegah kejadian serupa. “Jangan tunggu ada korban lagi baru bertindak. Ini nyawa manusia, bukan sekadar dahan atau batang pohon,” ujar Yadi, salah seorang warga setempat.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi serta mempercepat proses penebangan dan pemangkasan pohon-pohon tua yang berada di sepanjang sisi jalan. Cuaca ekstrem di kawasan pegunungan seperti Kecamatan Pamulihan dinilai memperbesar risiko kejadian serupa terulang kembali.***