Berita Terkini

Kunjungan Gubernur Jabar ke Kodim 0610 Sumedang, KDM: Ini Bukan Pendidikan Militer, Tapi Pendidikan Kedisiplinan

SUMEDANG, W+62.com– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa (KDM) mengunjungi langsung kegiatan Penguatan Karakter dan Bela Negara bagi pelajar di Kabupaten Sumedang yang berlangsung di Markas Kodim 0610 Sumedang, pada Jumat (9/5/2025) .

Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang tiba di Makodim 0610 Sumedang, disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, Dandim 0610, Kapolres Sumedang serta siswa-siswi peserta kegiatan yang didampingi oleh orangtuanya.

Seperti biasa, Gubernur Jabar, KDM langsung berbincang dengan beberapa siswa yang menjadi peserta kegiatan itu. “Bagi siswa yang tidak memiliki orangtua atau Yatim, nanti menjadi anak angkat saya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, KDM juga menawarkan seekor kuda kepada salah satu siswa peserta kegiatan yang sering bolos. KDM menganggap siswa itu bukan karena nakal, tapi karena jarang masuk sekolah akibat terlalu menggandrungi kuda renggong.

“Kamu mau kalau dikasih kuda sama bapak? Ini anak tidak nakal, tapi lebih pada sudah terlalu mengedepankan kesenangannya dengan kuda,”katanya.

Usai berdialog pada peserta didik, KDM meminta kepada Instruktur memberikan yel-yel khas masa pendidikan di barak militer. Tampak ke 40 anak peserta pendidikan penguatan karakter dan bela negara sangat antusias.

Pembinaan Kedisiplinan bukan Pendidikan Militer

Dikatakan Kang Dedi Mulyadi (KDM) kegiatan Penguatan Karakter dan Bela Negara saat ini mendapatkan dukungan dari orangtua siswa dan juga Kodim 0610/ Sumedang. Ia juga menegaskan kepada masyarakat bahwa kegiatan ini bukan pendidikan militer melainkan pendidikan kedisiplinan siswa.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi didampingi oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wabup Sumedang, M.Fajar Aldila

“Perlu kami tegaskan kepada publik bahwa pendidikan ini bukan pendidikan militer, melainkan Pendidikan kedisiplinan siswa,” katanya saat menjawab pertanyaan wartawan seusai acara.

KDM juga mengakui jika pelaksanaan pendidikan kedisiplinan di Kabupaten Sumedang ini sesuai dengan metodologi Bupati Sumedang. “Nantinya siswa ini akan mengikuti pendidikan Sumedang selama satu bulan, dan metodologinya ada di Bupati bersama Kodim 0610 yang juga diawasi oleh Dandim, Danrem dan dari Polri,” tutur KDM.

Jadi dalam mengikuti kegiatan ini metodologinya sudah sangat baik, sambung Gubernur Jabar, para siswa ini mengikuti serangkaian tahapan pemeriksaan psikologi, tes kesehatan, kecukupan gizi dan itu menjadi dasar utama program.

“Ini menjadi dasar bagaimana kondisi sebelum dan setelah kegiatan pendidikan kedisiplinan bagi siswa ini dilakukan,” jelasnya.

Larangan Siswa Pakai Motor

Dalam kunjungannya itu, KDM juga memberikan sejumlah agenda pembinaan lanjutan untuk siswa dan untuk menghapuskan premanisme.

“Kami juga akan melakukan serangkaian kegiatan pembinaan kedisiplinan bukan hanya kepada siswa tetapi juga bagi masyarakat yang dianggap meresahkan lingkungan,” katanya.

Dijelaskan Gubernur, untuk program itu tentu saja, dengan metode yang disiapkan secara khusus untuk mereka yang meresahkan masyarakat akan berbeda dengan siswa.

Begitu juga, tambah KDM, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan dengan Kapolda Jabar terkait penindakan lalulintas bagi siswa dibawah umur yang menggunakan motor.

“Maraknya Genk motor itu kan awalnya dari ketidakdisiplinan, ketika Polisi bertindak mereka malah yang disalahkan dan di-bully di oleh masyarakat, sehingga terjadi pembiaran,” tuturnya.***