SUMEDANG, W+62.com– Sebanyak 200 orang siswa dan siswi SMP Negeri 2 Tanjungkerta bersama Karang Taruna Tupas dari Dusun Pangaroan, Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta Sumedang menggelar kegiatan kolaboratif dalam rangka implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Sabtu (17/5/2025).
Kegiatan yang digelar di sekretariat Karang Taruna Tupas menjadi wadah bagi siswa-siswi ini untuk mengasah kreativitas dan kepedulian sosial melalui eksplorasi dan pelestarian kearifan lokal.
Dengan mengusung semangat kolaborasi lintas generasi, para pelajar diajak untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang mengangkat budaya, seni, serta potensi ekonomi warga sekitar. Hal ini sejalan dengan tujuan P5 yang mendorong siswa untuk menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, dan kontributif terhadap lingkungannya.
“Anak-anak muda sekarang jangan punya mental gengsi, apalagi sekadar gaya rebahan. Mereka harus punya kreativitas tinggi, dengan mengembangkan potensi lokal di lingkungannya. Selain menambah wawasan, ini juga bisa menambah penghasilan dan sekaligus melestarikan warisan leluhur,” ungkap Acep, salah satu guru pembimbing SMPN 2 Tanjungkerta.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Karta, Kepala Dusun 2 Desa Cipanas. Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk menyeimbangkan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan tradisional.
“Anak muda harus memiliki ilmu yang tinggi, tanpa melupakan pengetahuan yang sudah ada. Dengan membantu melestarikan budaya dan mempromosikan produk-produk lokal, InshaAllah masyarakat sekitar akan sangat terbantu,” tuturnya.
Kaderisasi Budaya
Sementara itu, Utep Hidayat, Ketua Karang Taruna Tupas Pangaroan, menegaskan pentingnya kaderisasi budaya di kalangan generasi muda.
“Seni, budaya, dan mata pencaharian yang telah dilakukan orang tua kita harus diteruskan. Anak muda hari ini adalah penerus nilai-nilai luhur yang menjadi identitas kita,” ucapnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari warga dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sumedang maupun di luar daerah. Kolaborasi semacam ini tidak hanya membangun karakter pelajar, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah, pemuda, dan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi dan kebanggaan bagi warga sekitar, serta menjadikan kita semua lebih bahagia dan bersyukur,” pungkasnya.***
