SUMEDANG, W+62.com– Rangkaian ibadah haji mulai memasuki babak krusial, dimana jemaah mau tak mau harus berpacu dengan waktu dan padatnya jadwal yang pastinya menguras tenaga.
Apalagi saat ini dan berdasarkan prakiraan cuaca tiga hari kedepan suhu di Arab Saudi mencapai puncaknya hingga 45 derajat Celcius. Banyak dari jemaah haji mulai terlihat kelelahan.
“Inilah pentingnya menjaga stamina dan kondisi tubuh pada saat ibadah haji. Mengkonsumsi makanan dan mengatur pola makan juga menjadi hal yang sangat penting,” ungkap petugas medis.
Jemaah haji asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat tepatnya Kloter 17 pun mengalami hal yang sama. Meskipun dalam kondisi yang kepanasan dan kelelahan tetap menjaga kondisi tubuh tetap prima saat beribadah.
Cerita tentang pengalaman kondisi tubuh para jemaah haji asal Sumedang, terselip sosok jemaah haji yang berhasil mencuri perhatian.
Kiprah Ditengah Jemaah
Dari ratusan jemaah haji asal Kabupaten Sumedang, sosok Haji Atam, mulai familiar terdengar. Pria sederhana berusia 60 tahun asal Dusun Manco, Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari ini menjadi buah bibir gegara sering membantu para jemaah haji untuk diterapi.
Haji Atam dikenal sebagai buruh tani, yang tinggal di RT 02 RW 05 Dusun Manco Desa Gudang, Tanjungsari ini tak sungkan melakukan pijatan terapi untuk jemaah yang terlihat mengalami kelelahan.
Tak jarang, Haji Atam dianggap menjadi penolong bagi sesama jemaah. Dengan ilmu terapi yang dimilikinya, ia membantu meringankan keluhan fisik para jemaah dari pegal, encok, hingga sakit pinggang. Semua dilakukan tanpa pamrih, dengan hati yang ikhlas.
Saat banyak jemaah terserang kelelahan karena padatnya ibadah, Haji Atam hadir dengan tangan yang membawa kelegaan. Satu per satu jemaah dibantu. Tak jarang, mereka yang tadinya sulit berjalan pun merasa lebih ringan usai diterapi olehnya.
Sosok sederhana ini membuktikan, bahwa ibadah tak hanya soal ritual tapi juga tentang melayani dan memberi manfaat untuk sesama. Di balik kesahajaan seorang petani, ternyata ada tangan penyembuh yang jadi berkah di Tanah Suci.***
