SUMEDANG, W+62.COM– Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, memaparkan hasil evaluasi kinerja tahun 2025 dalam acara coffee morning bersama insan pers dari PWI dan IJTI Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Rabu (31/12/2025).
Dalam refleksi tersebut, Bupati menekankan, transformasi birokrasi dan digitalisasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi “saraf digital” yang mempercepat pembangunan daerah.
Berikut adalah poin-poin utama transformasi Sumedang sepanjang tahun 2025:
1. Reformasi Paradigma: Dari Dilayani Menjadi Melayani
Bupati menegaskan, reformasi birokrasi dimulai dari perubahan mentalitas pemimpin. Mengingat budaya Sumedang yang memandang pemimpin sebagai pelindung (patron-client), perubahan pola pikir dari manual ke digital harus dipelopori oleh jajaran pimpinan untuk membangun kepercayaan publik.
“Kita harus keluar dari zona nyaman menuju zona kompetitif. Tidak ada lagi istilah business as usual,” tegas Dony.
Oleh karena itu, Bupati Dony meminta wartawan untuk mengawal birokrasi Pemkab Sumedang menuju reformasi paradigma.

2. Dampak Nyata Digitalisasi pada Indikator Makro
Digitalisasi di Sumedang bukan sekadar tren aplikasi, melainkan alat penyelesaian masalah mendasar. Integrasi data SPBE berhasil mendorong capaian indikator makro secara signifikan:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat dari 74 menjadi 75,5 (Peringkat ke-3 di Jawa Barat).
- Angka Kemiskinan: Turun dari 9% ke 8,8%.
- Angka Pengangguran: Menurun dari 6,6% ke 6,06%.
- Stunting: Berhasil ditekan hingga angka 6,74%.
3. Inovasi Keamanan: Tiang “Smart Pole” dan Drone Otomatis
Sumedang memperkenalkan inovasi Tiang Smart pole pertama di Indonesia. Teknologi ini dilengkapi dengan:
- Drone otomatis untuk pemantauan wilayah berkala.
- CCTV dan sensor polusi udara.
- Public Announcer yang terintegrasi dengan layanan darurat 112. Selain itu, mitigasi bencana dilakukan melalui pengiriman prakiraan cuaca rutin setiap pukul 07.00 pagi hingga tingkat RW untuk peringatan dini banjir dan longsor.
4. Pengawasan Infrastruktur dan Respon Cepat
Meski kondisi jalan baik telah mencapai 90%, Bupati meminta Camat dan Kades tetap responsif. Transformasi digital memungkinkan setiap laporan masalah lapangan—seperti saluran air tersumbat atau jalan rusak—langsung terdeteksi dan direspon cepat oleh pusat pemerintahan tanpa birokrasi yang berbelit.
5. Sinergi dengan Media sebagai Kunci Informasi
Bupati mengapresiasi peran wartawan dalam mempercepat penyampaian kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, kecepatan informasi yang ditunjang akurasi data dinilai sebagai kunci keberhasilan pembangunan agar masyarakat mendapatkan edukasi yang tepat mengenai program pemerintah.
Refleksi Akhir:
“Digitalisasi adalah saraf digital kita. Jika ada masalah di ‘ujung jari’ atau tingkat desa, pusat pemerintahan sebagai ‘otak’ harus bisa merasakan dan memberikan respon tindakan dengan cepat,” pungkas Bupati Dony.***

