SUMEDANG, W+62.COM– Gelar budaya tersaji di Alun-Alun Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang disulap ke tempo dulu penuh dengan ikon masa dulu, pada Sabtu (6/9/2025).
Pernak-pernik masa lampau itu, dihadirkan dari mulai bentuk rumah, lumbung padi (leuit), perkakas, makanan dan permainan anak serta lain-lain.
Gelar Budaya dengan mengusung tema ‘Sumanget Kasumedangan Ngaguar Sajatining Tali Paranti Ti Bihari Ka Kiwari’. Warga dan peserta tumpah ruah dan menikmati suasana zaman baheula yang kini semakin terkikis zaman.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang menyempatkan hadir, mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya gelar budaya memberikan pengetahuan kepada generasi muda agar tidak lupa akar budayanya.
“Gelar budaya ini memperkenalkan pada anak-anak bagaimana kehidupan masa lalu dari mulai bentuk rumah, perkakas, makanan, permainan dan sebagainya. Kegiatan ini bagus sekali, karena memperkenalkan pada anak-anak sehingga tidak lupa budayanya,” ujar Bupati Dony.

Dikatakan Bupati Sumedang, dengan diperkenalkannya Kaulinan Barudak dalam kegiatan itu, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan penggunaan gadget pada anak-anak.
“Kaulinan barudak ini bagus untuk anak-anak agar tidak terus menerus bermain gadget, tapi bisa bermain dengan Kaulinan Barudak seperti egrang, engkle, beklen, congklak, dan yang lainnya. Mereka akan bergerak, enerjik, kreatif, menjadi anak ceria dan pintar. Jadi ini untuk mengurangi penggunaan ponsel pada anak-anak,” ujar Dony.
Menyalakan Obor Budaya
Kegiatan tersebut juga melibatkan SKPD, yakni; Dinas Kesehatan yang melaksanakan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Dinas Pendidikan yang melibatkan anak-anak sekolah dasar untuk melaksanakan observasi terkait apa saja yang mereka temukan dalam kegiatan tersebut.
“Jadi ini yang sering kali saya inginkan, sebuah kegiatan harus cros cutting program dengan SKPD lainnya. Harus ada integrasi, sehingga tahu data kesehatan masyarakat dan apa yang harus dilakukan ketika melihat data tersebut,”katanya.
Kemudian Dinas Pendidikan, sambung Bupati Dony, menurunkan anak-anak sekolah pada kegiatan ini dengan membawa lembar observasi untuk ditanyakan apa saja yang mereka temukan disini. Dari kegiatan ini, Bupati berharap keberlanjutan dari kegiatan tersebut.
“Jadi pemerintah kecamatan telah menyalakan obor budaya di sini, tinggal bagaimana menjaga obornya tidak padam, baga mana budaya Sunda terus hidup dan anak-anak diberikan tempat dan fasilitas untuk bermain Kaulinan Barudak,” tuturnya.
Bupati juga berpesan untuk menjadikan Alun-Alun Tegalkalong sebagai ruang terbuka hijau yang menjadi pusat kegiatan masyarakat yang berdampak pada pengetahuan, pendidikan, sosial budaya, ekonomi dan pusat silaturahmi bagi warganya.
“Ruang terbuka yang sangat bermanfaat bagi warganya, sehingga akan meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh kecamatan-kecamatan lainnya,” pungkasnya.***













