BANDUNG, W+62.COM– Sebanyak 132 atlet dengan disabilitas intelektual dan perkembangan (IDD) akan bertanding di Stadion Sidolig Bandung dalam format tujuh lawan tujuh, terdiri dari enam tim putra dan enam tim putri.
Turnamen sepak bola yang berlangsung selama lima hari itu, menjadi momentum perayaan olahraga inklusif yang mempertemukan atlet disabilitas intelektual dari enam negara Asia Tenggara, yakni; Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Pada acara pembukaan Special Olympics Southeast Asia Football Competition 2025 digelar secara semarak di Hotel Horison Ultima Bandung, pada Senin malam (10/11/2025 lalu.
Kebanggaan tersendiri dirasakan saat menemui official dan atlet Tim Nasional Indonesia yang berasal dari Sumedang. Yogie Gustaman yang bertugas sebagai Head Coach, Rukman sebagai tenaga medis, serta dua atlet muda berbakat Susi asal Cimalaka dan Syifa dari Tanjungmedar yang dipercaya memperkuat tim putri Indonesia.
“Alhamdulillah, Sumedang bisa menjadi bagian dari perjuangan ini. Bagi kami, ini bukan sekadar pertandingan, tapi ajang pembuktian bahwa semangat dan kemampuan luar biasa bisa lahir dari siapa saja,” ujar Yogi, head coach tim Indonesia.
Jadi Inspirasi
Yogi menambahkan, para atlet telah menjalani persiapan intensif baik secara teknis maupun mental agar tampil maksimal di hadapan publik Asia Tenggara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa para atlet dengan disabilitas intelektual memiliki semangat juang yang tinggi. Mereka berlatih keras, disiplin, dan memiliki motivasi besar untuk mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.
Yogi yang juga Ketua Pengcab Soina Kab. Sumedang berharap kejuaraan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus mendukung kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas, baik di dunia olahraga maupun kehidupan sosial.
“Kami berharap pemerintah ikut mendukung dan memberikan apresiasi kepada atlet yang telah menjadi bagian dari tim nasional Indonesia dan mengharumkan nama kabupaten Sumedang melalui kejuaraan internasional yang bertemakan Olympice Southeast Asia Football Competition 2025,” tandasnya.
Harapan Pengcab Soina Sumedang
Sementara itu, Sekretaris Pengcab Soina Kabupaten Sumedang, Iwan Haerudin menyampaikan, keikutsertaan atlet asal Kabupaten Sumedang di ajang Special Olympics Southeast Asia Football Competition 2025 nyaris belum mendapatkan atensi dari Pemkab Sumedang.
“Saya mengapresiasi rekan pengurus Soina Sumedang yang berjuang untuk mendorong prestasi atlet dengan disabilitas intelektual dan perkembangan (IDD),” katanya.
Iwan menyebutkan, dengan gelaran Special Olympics Southeast Asia Football Competition 2025 di Bandung, akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi seluruh pengurus Pengcab Soina Sumedang.
“Harapan kami dengan prestasi yang dihasilkan nantinya akan menjawab keraguan Pemkab Sumedang terhadap Soina dalam pembinaan atlet-atlet berkebutuhan khusus,” ungkapnya.
Adapun, tambah Iwan, selama ini pihak Pengcab Soina Sumedang belum pernah mendapatkan perhatian khusus dari Pemkab Sumedang.***
