Berita Terkini
Tak Berkategori  

Dibalik Kisruh SPPG Gunungmanik: Dua Chef Lakukan Provokasi dan Wanprestasi

Tangkapan layar, video klarifikasi dari Kepala SPPG Mandiri Gunungmanik, Hadi Saputra yang didampingi salah seorang relawan yang menyatakan peristiwa demo relawan tidak benar yang ada adalah provokasi dua orang yang diduga hendak merusak citra SPPG Mandiri Gunungmanik

SUMEDANG, W+62.COM– Pengelola Dapur MBG, SPPG Mandiri Gunungmanik yang berada di Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, melalui Adila Naily Huda kembali menemui 47 relawan yang bekerja di Dapur SPPG Mandiri Gunungmanik pada Selasa (7/10/2025).

Dalam pertemuan lanjutan itu, ia didampingi oleh Kepala SPPG Mandiri Gunungmanik, Hadi Saputra untuk menyelesaikan permasalahan terhentinya untuk sementara waktu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikerjakan dapur SPPG Mandiri Gunungmanik.

“Pada pertemuan itu, kami mengklarifikasi sejumlah informasi yang berkembang pasca peristiwa kemarin,” ujar Adila.

Ia menuturkan, peristiwa kemarin itu tidak seharusnya terjadi dan diwarnai ketegangan seperti adanya unjuk rasa dari relawan dapur SPPG Mandiri Gunungmanik.

“Kericuhan bukan dari relawan, tapi dari oknum provokator. Insiden yang terjadi kemarin di lapangan bukan bentuk pemberontakan relawan, tetapi

karena adanya provokasi dari segelintir oknum yang mencoba memicu emosi dan menyebarkan narasi menyesatkan,” katanya.

Provokasi Relawan SPPG

Adila menyebut, setidaknya ada dua orang yang memprovokasi relawan, padahal dalam kenyataannya para relawan itu mendatangi Dapur SPPG Gunungmanik untuk menanyakan kapan program akan dilanjutkan.

“Kami tadi sudah membuat rekaman klarifikasi dari para relawan, dan hasilnya mereka mengakui yang sebenarnya, yakni hanya ingin menanyakan kapan dapur akan jalan kembali,” terangnya.

Dari video klarifikasi yang diterima redaksi dari pengelola Dapur SPPG Gunungmanik, pihaknya telah meminta secara sukarela keterangan dan klasifikasi dari para relawan yang saat itu berkumpul, yang isinya menjelaskan ketidakbenaran informasi unjuk rasa relawan.

Pengelola Dapur MBG, SPPG Mandiri Gunungmanik, Adila Naily Huda saat berkumpul bersama relawan untuk menyelesaikan permasalahan terkait berhenti sementaranya dapur MBG pada Rabu (8/10/2025)

Kepala SPPG Gunungmanik, Hadi Saputra didampingi salah seorang perwakilan relawan, Lia menyatakan bahwa kejadian yang kemarin itu tidak benar, karena ada oknum yang ingin merusak dapur SPPG Mandiri Gunungmanik.

“Kami sebetulnya datang untuk menanyakan kapan dapur ini akan beroperasi kembali, bukan tentang gaji,” ungkap Lia relawan bagian ompreng.

Kepala SPPG Gunungmanik, Hadi Saputra menimpali ungkapan relawan itu dengan janji akan mengusahakan segera membuka kembali. Ia menyebutkan dengan klarifikasi ini akan menyampaikannya kepada pihak atasannya.

Pada video itu juga mitra SPPG sebagai pengelola, Adila menanyakan apakah benar gajinya diberikan oleh mitra, dijawab oleh relawan tidak benar. “Leres ibu-ibu nya sanes paksaan?” tanya Dila.

Dalam kesempatan itu pula, mitra SPPG Gunungmanik telah menyelesaikan gaji relawan yang tertunggak. Berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

Dua orang Wanprestasi 

Sementara itu, Adila Naily Huda yang didampingi Asisten Lapangan (Aslap) menyampaikan informasi mengejutkan terkait dua orang yang dianggap memprovokasi relawan dapur SPPG Mandiri Gunungmanik.

“Sebetulnya, dua orang yang kemarin itu paling vokal adalah provokatornya, relawan kami tak ada niat demo menagih gaji,” ungkap Adila kepada media W+62.COM.

Kalau boleh jujur, sambung Adila, sebetulnya kedua orang itu telah melanggar aturan dan mangkir dari tugasnya sebagai Chef atau Koki.

“Jadi awalnya pembayaran gaji mereka itu perbulan. Namun karena pihak pengelola bisa mencairkan keuangan dari BGN per sepuluh hari, maka kami bayarkan kepada menjadi dua Minggu sekali,” katanya.

Dila menyebut, jika kebijakan itu karena tak ingin menyimpan uang karyawan dan lainnya terlalu lama.

“Sebelum peristiwa penutupan sementara kemarin itu, kami merasa dua orang chef telah melakukan wanprestasi dan mangkir dari tugasnya. Malahan, Aslap pernah menggantikan sementara waktu pekerjaan sebagai Chef,” keluhnya.

Dila menambahkan, terus terang saja pihaknya tak ingin ada kericuhan di dapur SPPG Mandiri Gunungmanik karena keterlambatan pembayaran, maka wanprestasi dari dua Chef itu tidak kami ungkapkan ke publik.

“Ya, kalau saat ini mungkin terpaksa harus saya sampaikan juga agar publik juga tahu peristiwa sebenarnya,”ujarnya.***